Benazir Bhutto, Perempuan Inspiratif Pemimpin Negara Islam

Rizka
Sabtu, 09 April 2022 | 20:21 WIB
Google R24/riz Google

RIAU24.COM -  Dahulu, perempuan masih memiliki sedikit kesempatan untuk menjadi pemimpin, namun Benazir Butto berhasil menjadi pemimpin. Ia dilantik sebagai perdana menteri Pakistan pada 2 Desember 1988 dan menjadi pemimpin perempuan pertama di sebuah negara Islam.

Benazir Bhutto lahir dalam dinasti politik besar Pakistan. Ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto, merupakan eks Presiden dan Perdana Menteri Pakistan.

Kendati terlahir dalam keluarga yang berpengaruh, jejak Bhutto sebagai politikus perempuan tidaklah mudah. Ia menghadapi berbagai tantangan semasa hidup dan kariernya, bahkan hingga meninggal dunia dengan cara yang mengenaskan: menjadi korban serangan bom bunuh diri.

Baca juga: Tragis, Remaja 16 Tahun Tewas di Dekat Halte Bus di Yerusalem

Benazir Bhutto lahir di Karachi, Pakistan, pada 21 Juni 1953 silam. Perempuan tangguh ini dikenal oleh dunia sebagai tokoh perempuan yang sangat berpengaruh. Keluarga dan teman-teman Bhutto di negeri Barat mengenalnya dengan panggilan “Pinky.”

Mengutip dari Britannica.com, ia menempuh pendidikan di Universitas Harvard dan kemudian belajar filsafat, ilmu politik, dan ekonomi di Universitas Oxford.

Kemudian pada 1984 hingga 1986 di pengasingan, ia kembali ke Pakistan setelah pencabutan darurat militer dan segera menjadi tokoh terkemuka dalam oposisi politik terhadap Zia. Presiden Zia meninggal pada Agustus 1988 dalam kecelakaan pesawat misterius, meninggalkan kekosongan kekuasaan di pusat politik Pakistan.

Dalam pemilihan berikutnya, PPP Bhutto memenangkan satu blok kursi terbesar di Majelis Nasional. Bhutto pun menjadi perdana menteri pada 1 Desember 1988, memimpin pemerintahan koalisi.

Sepanjang hidupnya, Bhutto menjadi simbol harapan bagi perempuan dalam skala global. Ketika dia menjabat setelah rezim Ziaul Haq, dia fokus untuk memperbaiki kerusakan yang telah dia lakukan dengan menciptakan undang-undang yang menekan perempuan.

Dalam pidatonya, dia sering mendorong hak perempuan untuk belajar dan bekerja, dan Benazir Bhutto berharap untuk mengubah cara pandang perempuan di Pakistan.

Benazir Bhutto dilantik sebagai perdana menteri di Pakistan dan dengan ini sebagai perdana menteri wanita pertama di sebuah negara Islam, pada 2 Desember 1988.

Setelah menjabat pada 1988, Bhutto mendirikan pusat Studi Wanita di lima universitas di Islamabad, Karachi, Quetta, Peshawar, dan Lahore. Mengutip dari Thenews.com.pk, ia juga mendirikan First Women Bank untuk memenuhi kebutuhan finansial para wanita. Bank kemudian mendanai skema kredit skala kecil untuk perempuan yang kurang beruntung.

Karirnya telah dirayakan sebagai kemenangan bagi wanita di dunia Muslim dan untuk perjuangan global melawan ekstremisme Islam. Pada saat yang sama, dia dituduh korupsi dan pemerintahan yang buruk.

Baca juga: Pencopet di Sekitar Menara Eiffel Jadi Tantangan Berat Bagi Pihak Kepolisian Paris Sebelum Olimpiade 2024

Wanita kelahiran 1953 ini berupaya untuk memperjuangkan demokrasi tetap menjadi warisan abadi yang sangat dihormati di antara para pesaingnya.

Mengutip dari Achievement.org, beberapa universitas dan gedung-gedung publik di Pakistan menyandang nama Benazir Bhutto, sementara karirnya mempengaruhi sejumlah aktivis, termasuk peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai.

Benazir Bhutto dibunuh pada 27 Desember 2007 oleh seorang pengebom bunuh diri berusia 15 tahun bernama Bilal di Rawalpindi, Pakistan.


Informasi Anda Genggam


Loading...