Tahukah Anda, Inilah Rahasia Gelap Pangeran Arab Saudi, Penjarakan Sang Ibu hingga Terlibat Rencana Pembunuhan

Devi
Sabtu, 16 April 2022 | 08:53 WIB
Foto : Internet R24/dev Foto : Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM - Setelah raja, putra mahkota adalah posisi terpenting di Arab Saudi. Muhammed bin Salman, atau kerap disebut MBS, resmi menjadi putra mahkota selama beberapa tahun terakhir. Kepemimpinan MBS sempat menuai pujian, lantaran ia menerapkan reformasi ekonomi dan sosial.

Tetapi, pangeran Arab Saudi ini punya sejumlah rahasia gelap yang menimbulkan kontroversi. Gaya hidupnya yang terlalu boros hingga dugaan keterlibatan sang pangeran dalam rencana pembunuhan, membuat publik terkejut seperti dilansir dari Boombastis.com.

Baca juga: 5 Rekomendasi Film India Tersedih dan Berhasil Menguras Air Mata

Tak segan hambur-hamburkan uang demi menggelar pesta mewah

Sebuah buku Blood and Oil menyoroti gaya hidup MBS yang gemar menggelar pesta mewah. Pesta itu digelar di pulau pribadi di Maladewa. Ia mengundang sekitar 150 wanita cantik dari Rusia, Brazil, dan negara lainnya. Pesta yang berlangsung sebulan itu dirayakan di deretan vila pribadi dengan pemandangan Samudera Hindia. Setiap vila memiliki kolam renang pribadi dan kepala pelayan.

MBS juga mendatangkan mesin salju khusus agar para tamu bisa bermain salju di pantai tropis. Sejumlah artis ternama seperti Shakira, Jennifer Lopez, DJ Afrojack, dan Psy turut tampil di pesta tersebut. Pesta itu diperkirakan menelan biaya sekitar Rp732 miliar.

Bahkan demi mendapatkan jabatan putra mahkota, MBS dikabarkan mengasingkan ibu kandungnya sendiri ke luar negeri. Seperti yang diketahui, Putri Fahda binti Falah al Hathleen memang menentang MBS menjadi pengganti King Salman. Bahkan MBS diduga memenjarakan ibunya di salah satu istana miliknya. Kisah tersebut berasal dari wawancara NBC News dengan 14 pejabat senior yang masih aktif di lembaga intelijen Amerika Serikat.

Baca juga: Cek Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Hari ini : 10 Agustus 2022

Berita itu terungkap ketika King Salman berkunjung ke Amerika dan mengatakan kepada Presiden Obama bahwa istri ketiganya sedang dirawat di New York. Setelah diselidiki, intelijen melaporkan bahwa Putri Fahda tidak berada di wilayah Amerika mana pun. Pemerintah Saudi telah membantah kabar tersebut, namun mereka tak menunjukkan bukti. Putri Fahda sendiri hampir tak pernah muncul di hadapan publik.

MBS sarankan pembunuhan Raja Abdullah menggunakan racun

Mantan petinggi intelijen Saudi Saad al-Jabri mengatakan, MBS pernah mengusulkan untuk membunuh Raja Abdullah menggunakan cincin beracun. Jabri menuding MBS melakukan pertemuan dengan sepupunya, Pangeran Mohammed bin Nayef pada 2014, untuk mengatakan bahwa ia mendapat cincin beracun dari Rusia yang bisa membunuh Raja Abdullah. MBS melakukan hal itu agar sang ayah Salman bin Abdulaziz Al Saud bisa naik tahta.

Jabri kembali menjelaskan bahwa kasus itu ditangai secara tertutup di pengadilan. Namun, pertemuan antara MBS dan sepupunya direkam secara diam-diam. Ia mengklaim ada dua salinan rekaman video. Setelah Raja Abdullah meninggal, King Salman naik tahta. Posisi Nayef sebagai putra mahkota digantikan oleh MBS. Sementara Jabri kabur ke Kanada karena merasa nyawanya terancam.

Terlibat rencana pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi

Laporan intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa MBS menyetujui operasi pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018. Jamal meninggal karena dibunuh saat berada di Istanbul, Turki. Jamal memang kerap mengkritik keluarga kerajaan. Meski laporan menunjukkan keterlibatan MBS, anggota pelindung pangeran, dan penasihat utama dalam pembunuhan itu, pemerintahan Biden tak akan menghukum MBS. Pemerintah AS menilai tindakan itu berisiko tinggi untuk kerja sama AS-Saudi.

Jamal Khashoggi adalah warga negara AS yang menjadi penulis kolom di Washington Post. Ia sering mengkritisi kebijakan MBS. Tubuh Jamal dimutilasi oleh tim operasi yang berhubungan kuat dengan MBS di Konsulat Arab Saudi di Turki. Di balik sisi negatif yang beredar, MBS juga memiliki kelebihan sebagai putra mahkota. Ia berhasil membuat Arab Saudi yang dikenal konservatif lebih terbuka dengan dunia modern. Beberapa di antaranya adalah perempuan bisa masuk militer, mengizinkan bikini di pantai, wanita bebas memakai pakaian apapun, wanita boleh tinggal sendiri tanpa izin wali, dan lain sebagainya.


Tahukah Anda
Informasi Anda Genggam


Loading...