Mulai 1 Mei Warga Malaysia Boleh Tidak Pakai Masker di Luar Ruangan

Rizka
Kamis, 28 April 2022 | 08:23 WIB
Google R24/riz Google
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Malaysia mengumumkan, akan secara luas mencabut pembatasan Covid-19 mulai 1 Mei nanti, termasuk kewajiban memakai masker saat berada di luar ruangan.

Tak hanya itu, bagi pelancong yang sudah vaksinasi penuh tidak perlu lagi tes COVID, baik itu PCR maupun antigen.

Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengatakan, kewajiban pakai masker hanya ditegakkan di dalam ruangan, termasuk di pusat perbelanjaan dan di transportasi umum.

"Pakai masker di luar ruangan adalah opsional, tetapi tetap dianjurkan," kata Jamaluddin saat konferensi pers pada Rabu (27/4) dikutip dari situs Channel News Asia.

Baca juga: Pakistan Terancam Mengalami Kebangkrutan, Ditengah Rendahnya Cadangan Valas dan Inflasi Tinggi

Meski begitu, Khairy menyebutkan, Pemerintah Malaysia tetap mengimbau masyarakat untuk memakai masker di luar ruangan di tempat-tempat ramai, seperti stadion dan pasar malam.

Selain itu, Khairy bilang, semua protokol tes Covid-19 untuk pelancong yang akan masuk Malaysia, baik pra-keberangkatan maupun kedatangan, tidak berlaku bagi yang sudah divaksinasi penuh.

Protokol tes Covid-19 itu juga tidak berlaku untuk mereka yang telah pulih dari COVID-19 enam hingga 60 hari sebelum tanggal keberangkatan, serta pelancong berusia 12 tahun ke bawah.

"Namun, mereka yang belum sepenuhnya divaksinasi Covid-19 tetap harus menjalani tes ini, dan menjalani karantina wajib selama lima hari," ungkap Khairy.

Baca juga: Mengerikan, Seorang Wanita Kongo Diculik dan Diperkosa Selama Beberapa Hari, Dipaksa Memasak dan Makan Daging Manusia Oleh Militan

Khairy lalu menambahkan bahwa asuransi perjalanan tidak lagi menjadi pra-syarat bagi warga negara asing (WNA) untuk masuk ke Malaysia.

Selain itu, check-in melalui aplikasi pelacakan kontak MySejahtera tidak lagi diperlukan dan orang-orang yang belum divaksinasi juga akan diizinkan memasuki lokasi.

Malaysia sepenuhnya membuka perbatasan pada 1 April lalu, lebih dari dua tahun setelah membatasi keluar dan masuk pelancong ke wilayahnya karena pandemi Covid-19.


Informasi Anda Genggam


Loading...