Penyakit Ini Paling Mematikan dalam Sejarah, Bukan Sakit Jantung atau Diabetes, Lalu Apa?

Azhar
Rabu, 11 Mei 2022 | 06:02 WIB
Ilustrasi wabah bubonic. Sumber: Detik.com R24/azhar Ilustrasi wabah bubonic. Sumber: Detik.com
Bea Cukai

RIAU24.COM - Wabah Bubonic tercatat sebagai penyakit yang paling mematikan sepanjang sejarah dunia.

Wabah Bubonic disebut para pakar mengalahkan penyakit yang ditimbulkan karena Cacar, SARS, Flu Burung, Ebola, Kusta, sampai Polio dikutip dari bisnis.com.

Alasan Bubonic menjadi yang paling mematikan karena membuat lebih dari 50 juta orang meninggal dunia di abad ke-14 kala itu.

Baca juga: Cuma Rebus 5 Lembar Daun Salam dan Kayu Manis Lalu Minum di Pagi Hari, Wanita Ini Gak Perlu Beli Obat Diet Lagi

Wabah ini ditemukan pertama kali di Eropa. Namun, banyak sejarawan yang turut percaya jika penyakit ini dimulai di Stepa Asia Tengah. Tepatnya terjadi di area padang rumput yang luas, area di mana hewan pengerat hidup dalam jumlah dan kepadatan yang besar.

Wabah bubonic merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Pandemi ini menyerang manusia dan hewan. Bakteri Y. pestis dibawa oleh kutu yang tinggal di tikus.

Orang bisa tertular penyakit ini ketika digigit kutu tikus atau tikus yang sudah terinfeksi. Kucing juga bisa menjadi media penularan. Ini terjadi ketika kucing memakan tikus yang terinfeksi.

Baca juga: Khasiat Teh Serai Bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Bantu Kurangi Resiko Kanker Loh!

Orang yang meninggal akibat penyakit ini biasanya memiliki jaringan berwarna hitam ditubuhnya dikutip dari kompas.com.

Ini merupakan jaringan mati atau gangren. Alhasil, wabah itu juga disebut dengan wabah Black Death.


Informasi Anda Genggam


Loading...