Ubah Sejarah Korea Selatan, Presiden Terpilih Yoon Suk-yeol Putuskan untuk Tak Tinggal di Kediaman Presiden

Amerita
Jumat, 13 Mei 2022 | 15:05 WIB
ilustrasi R24/ame ilustrasi
Bea Cukai

RIAU24.COM - Dibangun pada 1991 di taman bekas istana kerajaan Gyeongbokgung, istana kepresidenan Korea Selatan atau juga disebut Blue House, dinamai Blue House karena atapnya yang berwarna biru terang.

Baca juga: Wow! Drama Big Mouth Berhasil Menembus Rating Dua Digit Sejak Debut Pada 29 Juli 2022  


Atapnya terbuat dari 150.000 ubin buatan tangan. Meski sudah direnovasi selama 74 tahun terakhir, warna atapnya tetap dipertahankan.

Baca juga: Henry Kissinger: Negaranya AS Berada Diambang Perang Melawan Rusia dan China


Rumah tersebut telah berfungsi sebagai kantor setiap presiden Korea Selatan sejak 1948, tapi itu akan berubah.

Presiden Korea Selatan terpilih, Yoon Suk-yeol, yang memenangkan pemilihan pada 9 Maret, secara resmi mengumumkan pada 20 Maret bahwa ia akan memindahkan kantor kepresidenan ke kompleks kementerian pertahanan di Yongsan setelah pelantikannya.

Yoon mengatakan keputusannya dimotivasi oleh keinginannya untuk menjadi presiden yang mengutamakan rakyat. 

"Kami ingin keluar dari Gedung Biru, yang telah menjadi simbol kekuatan absolut dalam sejarah kami, dan mengembalikan kekuatan itu kepada rakyat," kata juru bicara Yoon Kim Eun-hye dalam briefing pada 18 Maret.


Informasi Anda Genggam


Loading...