Larangan Ekspor CPO Resmi Dicabut Presiden, Apkasindo Ucapkan Terimakasih Pada Jokowi

Riko
Kamis, 19 Mei 2022 | 20:03 WIB
Gulat ME Manurung R24/riko Gulat ME Manurung
Bea Cukai

RIAU24.COM - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menyabut baik keputusan presiden Jokowi yang mencabut larangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) pada hari ini. Kamis 19 Mei 2022.

Baca juga: Silpa Riau Capai Rp1 Triliun, Kelmi Amri: Bukti Kita Tidak Mampu Menyusun APBD

Dalam siaran pers, ketua DPP APKASINDO Gulad Mendali Emas Manurung menceritakan tentang bagaimana perjuangan berat petani sawit menjalani selama 28 hari sejak keputusan presiden yang memutuskan larang ekspor yang berakibat anjloknya harga TBS petani sampai 70%.  Namun Petani Sawit berhasil melaluinya dan menunjukkan komitment bernegara, tidak melakukan hal-hal anarkis. 

"Karna Sawit adalah sumber nafkah kami sekaligus harapan dan masa depan ekonomi Indonesia, sawit juga telah menjadikan Indonesia disegani dunia. Kami sepakat MGS (minyak goreng sawit) harus tersedia dan terjangkau di masyarakat (domestik), dan kami Petani Sawit sangat terhormat diberi kesempatan untuk mewujudkan harapan Presiden tersebut,"ujarnya.

Dengan telah dikeluarkannya keputusan pencabutan larangan ekspor, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada presiden Jokowi. 

Karna menurut Gulat langkah dan keputusan yang diambil presiden kemarin melarang ekspor CPO dinilainya sangat-sangat mempertimbangkannya dari semua aspek dan terukur. Oleh karena itu pihaknya menjadikan peristiwa larangan ekspor tersebut sebagai intropeksi diri Sawit Indonesia dan menjadikannya pelajaran hebat untuk naik kelasnya tatakelola sawit Indonesia dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologi, terkhusus naik kelasnya Petani sawit menatap masa depannya.

Dan larangan ekspor itu tambahnya juga sudah menyadarkan Indonesia, betapa pentingnya Sawit untuk Indonesia, baik dari segi ekonomi, sosial dan keberlanjutan, bahkan dunia yang dulunya selalu menomor tigakan sawit.
Namun disaat yang bersamaan "menjerit" ketika kran eksport ditutup oleh presiden.

"Kepada Petani Sawit Indonesia, mari kita menjaga dan memegang komitment untuk tetap berguna untuk Indonesia dan tentunya membayar pajak yg terkait dengan perkebunan sawit kita masing-masing,"harapnya.

Suatu kehormatan tambah Gulat lagi seluruh Petani Sawit Indonesia, bisa berjuang dan berguna untuk Indonesia.

Dan tahun ini juga katanya pihaknya akan mendirikan 3 pabrik kelapa sawit (PKS) yang akan terintegrasi ke Pabrik MGS.

Rencana ini sudah sejak 2019 sudah mengajukan ke BPDPKS 10 PKS dan bukan karena larangan ekspor ini.

"Hikmahnya BPDPKS  langsung menyetujui permohonan kami. Karna memang dana itu bukan APBN tapi murni dana gotong royong sawit Indonesia, dimana Petani adalah pemeran utama dari gotong royong tersebut. Rencana PKS tersebut akan kami lokasikan ke Papua Barat, Kalimantan Barat dan Banten,"terangnya.

Baca juga: DPRD Riau Minta Pemerintah Adakan Pasar Murah Untuk Stabilkan Kenaikan Kebutuhan Pokok

PKS ini tambahnya lagi akan menjadi rantai pasok biodisel ke Pertamina dan Pabrik MGS nya akan fokus melayani domestik dan akan menjadi penyeimbang dengan korporasi. 

"Inilah salah satu Hakekat Larangan ekspor Pak Jokowi, menyadarkan kami Petani Sawit.
 Hal ini sangat penting supaya kejadian pada 4 bulan terakhir tidak terulang lagi,"tutupnya.

 

 


Informasi Anda Genggam


Loading...