Cerita Organisasi Budi Utomo yang Tak Lagi Berjuang Selamatkan Pribumi

Azhar
Jumat, 20 Mei 2022 | 05:53 WIB
Para anggota Budi Utomo. Sumber: Internet R24/azhar Para anggota Budi Utomo. Sumber: Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Mantan Wakil Presiden, Mohammad Hatta membeberkan kegelisahaannya ketika organisasi Budi Utomo sudah tidak lagi memperjuangkan keberadaan pribumi.

Perhimpunan yang didirikan oleh sembilan siswa sekolah kedokteran Stovia itu bergeser dan lebih mementingkan hak-hak golongan orang terhormat.

Kegelisahaan ini disampaikannya melalui buku yang berjudul "Permulaan Pergerakan Nasional" dikutip dari okezone.com.

Baca juga: 4 Nama dari PDIP Ini Berpeluang Isi Kursi Menpan RB, Siapa?

Kondisi ini kata Hatta membuat Dokter Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Surjaningrat keluar dari Budi Utomo.

"Bukan saja bantuan propaganda serta loyalitasnya tidak digubris, tapi setahun setelah berdiri, BU jatuh ke angkatan tua, para priyayi," ujarnya.

Yang paling mencengangkan, kekuatan kolonial juga turut tercampur dalam organisasi yang digadang-gadang memperjuangkan pribumi itu.

Baca juga: DPAC PKB Batang Tuaka Nyatakan Dukungan Dani M Nursalam Jadi Bupati Inhil

Pemerintah Hindia Belanda, melalui Gubernur Jenderal Van Heutsz berhasil masuk dan menanamkan politik etik dalam hal pendidikan, irigasi, dan transmigrasi.

Alhasil, sekolah-sekolah bikinan Budi Utomo malah mengadopsi kurikulum Belanda.


Informasi Anda Genggam


Loading...