Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak, Warga Sebut Harga Masih Tak Turun-turun: Coba Bapak Blusukan Kayak Dulu

Amerita
Jumat, 20 Mei 2022 | 09:14 WIB
ilustrasi R24/ame ilustrasi
Bea Cukai

RIAU24.COM - Presiden Joko Widodo akan mencabut larangan ekspor minyak sawit termasuk minyak goreng dan CPO.

Baca juga: Ini Cara Sri Mulyani Tempuh S2 di Negeri Orang Sambil Jaga Anak


Sejak kebijakan larangan ekspor minyak goreng diberlakukan April lalu, pemerintah mengambil langkah untuk mengamankan ketersediaan minyak goreng. Dan karenanya pasokan minyak goreng kian bertambah.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke 38, Chicco Jerikho Unggah foto Bareng Keluarga Kecil


“Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini, serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit petani dan pekerja dan tenaga pendukung lainnya maka saya memutuskan ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022,” katanya.

Setelah diberlakukannya larangan April lalu tersebut, pasokan minyak goreng dalam negeri naik tiga kali lipat, dari 64.500 ton per bulan menjadi 211.000 ton.

Harga minyak goreng juga telah turun dari Rp19.800 per liter menjadi sekitar Rp17.200.

Langkah ini mendapat respon positif dari masyarakat, seperti komentar yang terpantau di Twitter resmi Presiden Joko Widodo. Namun, ada banyak warga yang mengaku di daerahnya harga minyak tetap tinggi alias tak turun-turun.

“Maaf sebelumnya pak, di Balikpapan harga minyak goreng satu liter masih sama kok 25rbke atas, jadi kalau dua liter jadi 50rb, jadi mungkin hanya di pulau Jawa turunnya pak?” balas akun @Shallom***

“Tapi kenyataannya di supermarket harga minyak goreng kemasan seperti Filma, Tropical, dan Bimoli haranya masih mahal loh pak. Rata-rata 24rb. Harganya gak turun-turun sampai sekarang,” cuit akun @alea***

“Harga minyak goreng turun? Coba bapak blusukan lagi kayak dulu,” timpal akun @riri***

 


Informasi Anda Genggam


Loading...