Cerita Libya yang Dipimpin Presiden Selama 42 Tahun, Muammar Khadafi

Azhar
Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:43 WIB
Muammar Khadafi. Sumber: Internet R24/azhar Muammar Khadafi. Sumber: Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Perjalanan Muammar Khadafi memimpin Libya selama 42 tahun dimulai ketika berhasil menggulingkan pemimpin sebelumnya yang otoriter, Raja Idris I.

Setelah berhasil menumbangkan Raja Idris I, Libya dianggap berhasil menjadi negara maju dikutip dari medcom.id.

Semua itu berkat kilang minyak yang dulunya dieksploitasi negara asing, berhasil dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh Khadafi.

Baca juga: Ribuan Orang Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir yang Semakin Mengerikan di Sydney

Alhasil, pendapatan negara melambung tinggi, hingga berbagai infrastruktur pun mulai dibangun.

Seiring berjalannya waktu, kepemimpinan Khadafi ditentang rakyat sendiri.

Tak hanya itu, Amerika Serikat sampai ikut turun tangan mencampuri permasalahan ini.

Usut punya usut, menggulingkan kepala negara sendiri dilakukan karena Khadafi ketahuan menyalahgunakan pendapatan negara hingga mencoreng nama Libya di kancah internasional.

Hingga akhirnya, hubungan antara Khadafi dengan rakyatnya semakin buruk. Dia mulai menunjukkan tanda-tanda penguasa otoriter.

Hal ini diperparah dengan ketimpangan antara si kaya dan si miskin dampak dari praktik korupsi dan nepotisme.

Baca juga: Sempat Kena Kontroversi, Jisoo BLACKPINK dan Drama Snowdrop Masuk Nominasi Blue Dragon Series Awards 2022

Harta negara berputar dan dinikmati keluarga Khadafi, sehingga berimbas pada negerinya yang mulai jatuh miskin.

Diperparah dengan konflik Revolusi Libya berlangsung selama kurang lebih sembilan bulan hingga akhirnya menewaskan Khadafi.


Informasi Anda Genggam


Loading...