Sejarah Penemuan Sepeda yang Ternyata Bikin Pusing

Amerita
Selasa, 24 Mei 2022 | 22:45 WIB
ilustrasi R24/ame ilustrasi
Bea Cukai

RIAU24.COM - Kita mungkin berpikir bahwa penemuan sepeda tidak rumit.

Baca juga: Ternyata Ada Batas Waktu Potong Rambut dan Kuku Bagi yang Ingin Berkurban Idul Adha

 
Namun ternyata, penemuan ini memiliki sejarah yang penuh dengan kontroversi dan kesalahan informasi. 

Sementara cerita tentang siapa yang menemukan sepeda sering bertentangan satu sama lain, ada satu hal yang pasti: sepeda pertama tidak seperti kita lihat meluncur di jalan hari ini. 

Baca juga: Kenapa Pesawat Dilarang Melintas di Atas Kota Makkah?


Iterasi pertama yang diketahui dari kendaraan beroda, kendaraan bertenaga manusia diciptakan jauh sebelum sepeda menjadi bentuk transportasi yang praktis. 

Pada 1418, seorang insinyur Italia, Giovanni Fontana (atau de la Fontana), membangun perangkat bertenaga manusia yang terdiri dari empat roda dan lingkaran tali yang dihubungkan oleh roda gigi.

Pada 1813, sekitar 400 tahun setelah Fontana membangun alat berodanya, seorang bangsawan dan penemu Jerman bernama Karl von Drais mulai mengerjakan Laufmaschine (mesin berjalan) versinya sendiri, kendaraan beroda empat bertenaga manusia. 

Kemudian pada 1817, Drais meluncurkan kendaraan roda dua, yang dikenal dengan banyak nama di seluruh Eropa, termasuk Draisienne, kuda pesolek dan kuda hobi.

Drais membuat mesinnya sebagai jawaban atas masalah yang sangat serius: kelangkaan kuda sungguhan. 

Pada 1815, Gunung Tambora Indonesia meletus dan awan abu yang tersebar di seluruh dunia menurunkan suhu global. Tanaman gagal, dan banyak hewan, termasuk kuda, mati karena kelaparan.

Kuda hobi Drais jauh dari mesin kecepatan aerodinamis yang menjadi sepeda saat ini. Dengan berat 50 pon (23 kilogram), nenek moyang sepeda ini memiliki dua roda kayu yang dipasang pada bingkai kayu.

Penunggang duduk di atas pelana kulit berlapis yang dipaku ke rangka. Tidak ada roda gigi dan tidak ada pedal, karena pengendara hanya mendorong perangkat ke depan dengan kaki mereka.

Drais membawa penemuannya ke Prancis dan Inggris, di mana penemuan itu menjadi populer. Seorang pembuat pelatih Inggris bernama Denis Johnson memasarkan versinya sendiri, yang disebut "kurikulum pejalan kaki," kepada bangsawan London yang mencari kesenangan.

Kuda-kuda hobi menikmati kesuksesannya selama beberapa tahun sebelum pengunaannya dilarang di trotoar karena membahayakan pejalan kaki. Pada 1820-an, kendaraan itu sudah mulai jarang terlihat.

Sepeda membuat comeback di awal 1860-an dengan pengenalan alat kayu dengan dua roda baja, pedal dan sistem gigi tetap. Dikenal sebagai velocipede (kaki cepat) atau pengocok tulang.

Pertanyaan tentang siapa yang menemukan velocipede, dengan pedal revolusioner dan sistem roda giginya, agak kabur. 

Seorang pria Jerman bernama Karl Kech mengklaim bahwa dia adalah orang pertama yang memasangkan pedal pada kuda hobi pada 1862. 

Tetapi paten pertama untuk perangkat semacam itu diberikan bukan kepada Kech tetapi kepada Pierre Lallement, pembuat kereta Prancis yang memperoleh paten AS. 

Pada 1864, sebelum mengamankan paten kendaraannya, Lallement memamerkan ciptaannya di depan umum, yang mungkin menjelaskan bagaimana Aime dan Rene Olivier, dua putra seorang industrialis Paris yang kaya, mengetahui penemuannya dan memutuskan untuk membuat velocipede mereka sendiri.

Bersama dengan teman sekelasnya, Georges de la Bouglise, para pemuda itu meminta Pierre Michaux, seorang pandai besi dan pembuat kereta, untuk membuat suku cadang yang mereka butuhkan untuk penemuan mereka.

Michaux dan Olivier bersaudara mulai memasarkan velocipede mereka dengan pedal pada 1867, dan perangkat itu menjadi populer.

Karena ketidaksepakatan mengenai desain dan masalah keuangan, perusahaan yang didirikan bersama oleh Michaux dan Oliviers akhirnya bubar, tetapi Compagnie Parisienne milik Olivier tetap hidup.

Pada 1870, pengendara sepeda muak dengan desain pengocok tulang yang dipopulerkan oleh Michaux, dan pabrikan merespons dengan desain baru. 

Juga pada 1870, metalurgi telah cukup maju sehingga rangka sepeda dapat dibuat dari logam, yang lebih kuat dan lebih ringan dari kayu.


Tidak Sama
Informasi Anda Genggam


Loading...