Menu

Upaya Pencegahan Karhutla, RAPP Ikuti Operasi TMC

Devi 20 Apr 2022, 10:18
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU serta PT Riau Andalan Pulp amd Paper (RAPP) resmi memulai operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Riau, dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU serta PT Riau Andalan Pulp amd Paper (RAPP) resmi memulai operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Riau, dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

RIAU24.COM -  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU serta PT Riau Andalan Pulp amd Paper (RAPP) resmi memulai operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Riau, dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (14/4). Kegitan ini merupakan tindaklanjut dari arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat memimpin Rapat Koordinasi Teknis Pengendalian Karhutla dan Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2022.

Direktur Dukungan Sumber Daya BNPB, Rustian mengatakan TMC di Riau dilakukan menggunakan pesawat Cassa dengan sortie pertama sebanyak 800 Kg garam. Untuk lokasi semai dilakukan diatas wilayah Kabupatan Siak dan Pelalawan.

"TMC di Riau sudah resmi dimulai per hari Kamis (14/4) dengan sortie pertama sebanyak 800 Kg garam," katanya.

Hingga saat ini, stok garam yang dikirimkan ke Riau untuk pelaksanaan TMC sudah sebanyak 20 ton. Namun jumlah tersebut bisa saja ditambah jika nantinya masih diperlukan.

"Kalau untuk stok yang sudah stanby di Riau sebanyak 20 ton. Tapi kalau diperlukan, kami akan kirim lagi," ujarnya.

Plt. Direktur Penguatan dan Kemitraan, Infrastruktur Riset dan Inovasi, Salim Mustofa mengatakan pelaksanaan TMC di Riau rencananya akan berlangsung selama 15 hari dengan dukungan anggaran dari KLHK yang menggandeng PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk membiayai pelaksanaan TMC di Provinsi Riau kali ini.

“Pelaksanaan TMC di Provinsi Riau kali ini merupakan awal dari sejumlah rencana operasi TMC di beberapa provinsi rawan bencana karhutla lainnya. Selain Riau, seperti Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Untuk jadwal pelaksanaan di provinsi tersebut kami masih koordinasikan dengan KLHK, BNPB, BRGM dan BMKG” jelas Salim.

Sementara itu, Stakeholder Relation (SHR) Manager RAPP, Wijatmoko mengatakan, PT RAPP terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan Karhutla. Salah satunya dengan pelaksaan TMC tersebut.

"Kita melihat kegiatan ini merupakan salah satu upaya pencegahan Karhutla, Ini sudah tahun ketiga kami membantu TMC, kalau tahun lalu kami bantu 9 sortie, untuk tahun ini 12 sortie. Karena itu kami berkomitmen untuk mendukungnya," katanya.

Wijatmiko menambahkan selain upaya pemadaman langsung di lapangan, usaha preventif terus digencarkan PT RAPPbersama induk perusahaan Grup APRIL lewat program Desa Bebas Api (Fire Free Vilage).

"Program ini telah dijalankan sejak diluncurkan 2015 lalu bermitra dengan 39 desa di Riau.

zxc2

Sedangkan untuk penanggulangan Karhutla, APRIL mengiventasikan sebesar 9 juta dollar AS untuk perlengkapan dan peralatan pemadaman," jelasnya.

Saat ini APRIL memiliki sebanyak 2.275 tim pemadam Karhutla. Tim itu terdiri dari 1.155 tim inti, 640 tim cadangan, 480 MPA. Semua tim terkoodinasi dengan baik, terlatif dan selalu siap menghadapi Karhutla. Perusahaan grup APRIL ini juga berkolaborasi dan menjalin kemitraan dengan berbagai instansi Pemerintah, TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD dan masyarakat.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan upaya pencegahan yang dilakukan, diharapkan tidak ada lagi Karhutla di Riau yang bisa menyebabkan kabut asap. Dan saat ini, merupakan tahun ketiga PT RAPP membantu kegiatan TMC.