Menu

Wow! 6 Fakta Unik Tentang Sheepshead, Ikan yang Miliki Gigi Seperti Manusia

Amastya 3 Jun 2022, 15:12
Ikan Sheepshead yang memiliki gigi unik seperti manusia
Ikan Sheepshead yang memiliki gigi unik seperti manusia

RIAU24.COM -  Ikan Sheepshead (Archosargus probatocephalus) adalah spesies ikan laut bersirip pari, yang biasa ditemukan di sepanjang garis pantai timur Amerika Utara dan Amerika Selatan. Ikan Sheepshead dikenal dengan gigi depan mereka yang dapat terlihat seperti gigi manusia

Ikan Sheepshead memiliki ‘kembaran’ bernama sama yang hidup di garis pantai barat Amerika Utara yang disebut kepala domba California (Semicossyphus pulcher). Meskipun kedua spesies ikan memiliki gigi, mereka tidak berkerabat dekat dan berasal dari famili yang berbeda.

Untuk mengetahu lebih lanjut tentang ikan Sheepshead, berikut enam fakta unik tentang ikan bergigi manusia ini yang dilansir dari laman website livescience.com.

1. Seperti Apa Bentuk Ikan Sheepshead?

Menurut Departemen Taman dan Margasatwa Texas, ikan Sheepshead memiliki garis-garis vertikal gelap di tubuhnya yang berwarna abu-abu muda. Kemiripan warnanya dengan pakaian penjara membuat ini ini juga dijuluki dengan nama ikan narapidana.

Ikan ini juga memiliki duri tajam di punggungnya. Sebagian besar ikan Sheepshead tumbuh antara 17 inci dan 17,7 inci (43 hingga 45 sentimeter). Namun, beberapa individu dapat mencapai hingga 36 inci (91 cm), menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).

2. Mengapa Ikan Sheepshead Memiliki Gigi?

Ikan Sheepshead memiliki gigi seperti manusia saat mereka dewasa sehingga mereka bisa memakan mangsa bercangkang keras.

Pada saat remaja, mereka memakan hewan bertubuh lunak dan berbagai hewan kecil bercangkang, termasuk krustasea yang panjangnya beberapa milimeter seperti ostracod. Setelah ikan Sheepshead tumbuh lebih panjang dari sekitar 2 inci (5 cm), mereka mulai memakan hewan bercangkang keras seperti moluska dan teritip.

3. Dimana Ikan Sheepshead Tinggal?

Berdasarkan IUCN, Sheepshead hidup di habitat laut dan muara di Samudra Atlantik barat, dari Nova Scotia di Kanada timur, di sepanjang garis pantai AS bagian timur dan Amerika Tengah, dan sejauh selatan hingga Brasil selatan.

Ikan Sheepshead biasanya hidup di air asin dan air payau yang sedikit asin, mereka kadang-kadang ditemukan di habitat air tawar di musim dingin, ketika mereka mencari perairan yang lebih hangat dimana mata air dan sungai bermuara ke laut.

Pada akhir musim dingin dan awal musim semi, mereka pergi ke lepas pantai untuk bertelur, menurut Museum Sejarah Alam Florida (FMNH).

Ikan Sheepshead berenang dari permukaan ke kedalaman 49 kaki (15 meter), menurut Smithsonian Tropical Research Institute di Panama.

4. Apakah Ikan Sheepshead Berbahaya Bagi Manusia?

Ikan Sheepshead aman untuk dikonsumsi oleh manusia secara komersial dan rekreasi yang dapat dilihat di sepanjang pantai tenggara AS dan di Teluk Meksiko.

Bahkan ketika ikan Sheepshead memiliki satu set gigi yang lengkap, mereka biasanya tidak berbahaya bagi manusia, tetapi memprovokasi mereka bukanlah ide yang baik.

"Saya tidak akan ragu untuk berenang di perairan yang dihuni oleh ikan-ikan ini," kata David Catania, manajer koleksi untuk ichthyology di California Academy of Sciences di San Francisco,

"Mereka tidak menimbulkan ancaman bagi manusia kecuali diganggu," tambah Catania.

“Karena enak dimakan, Sheepshead menjadi sasaran pemancing, jadi penanganan satu demi satu memungkinkan untuk digigit atau ditusuk oleh duri sirip punggungnya yang tajam,” lanjutnya.

5. Apakah Ikan Sheepshead Terancam Punah?

Ikan Sheepshead tidak terancam punah. IUCN terakhir menilai spesies tersebut pada tahun 2011 dan menyimpulkan bahwa spesies tersebut harus dianggap sebagai "Least Concern" - kategori konservasi untuk spesies yang memiliki risiko kepunahan yang sangat rendah.

Spesies ini memiliki distribusi yang luas dan berlimpah di banyak bagian jangkauannya dengan populasi yang berkelanjutan.

IUCN menemukan bahwa jumlah ikan yang ditangkap setiap tahun dalam tangkapan komersial dan rekreasional telah menurun sebelum 2011.

Tetapi organisasi tersebut menghubungkan penurunan ini dengan undang-undang yang membatasi dan melarang penggunaan jaring tertentu yang berbahaya bagi ikan.