Menu

Ketika Sampah Orang Kaya Menjadi Penyambung Hidup Bagi 25.000 Pendaur Ulang Miskin Di Kolombia

Devi 4 Jun 2022, 11:13
Foto : Internet
Foto : Internet

RIAU24.COM -  Muncul di malam hari, menyeret gerobak berat dari tempat sampah ke tempat sampah di pinggiran utara yang makmur di ibu kota Kolombia, Bogota, itulah yang menjadi tugas harian bagi sekitar 25.000 pendaur ulang sampah. Para pendaur ulang tersebut akan mengobrak-abrik sampah-sampah sisa orang kaya, mencari sampah plastik, botol kaca, dan kardus yang bisa mereka jual seharga beberapa mata uang Peso Kolombia.

Ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan dengan imbalan kecil, tetapi keselamatan bagi ribuan orang di negara di mana satu dari delapan penduduk kota menganggur, dan tingkat kemiskinan mendekati 40%.

"Hidup ini sulit, tetapi ini adalah satu-satunya pilihan saya untuk bertahan hidup," kata Jesus Maria Perez, 52 tahun, yang biasa memasak di Venezuela, kepada AFP .

sampah bogota

Banyak warga, termasuk Perez, termasuk di antara 1,8 juta migran yang diperkirakan telah meninggalkan negara tetangga Venezuela untuk mencari kehidupan yang lebih baik di Kolombia, yang merupakan ekonomi terbesar keempat di Amerika Latin tetapi salah satu yang paling tidak setara di dunia.

Pada tahun 2020, menurut dewan kota Bogota, 25.000 dari delapan juta penduduk ibu kota bekerja sebagai pendaur ulang sampah informal.

Halaman: 12Lihat Semua