Ribuan Kader MPC PP Rohul Unjuk Rasa, Penyelesaian Koperasi Bermasalah Salah Satu Tuntutan pada Bupati Sukiman

Alwira
Senin, 06 Juni 2022 | 21:53 WIB
Saat unjuk rasa berlangsung R24/wira Saat unjuk rasa berlangsung

RIAU24.COM - Ruas jalan komplek perumahan Pemda Rohul dibanjiri ribuan kader MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Rokan Hulu berseragam. Mereka konvoi unjuk rasa menuju kantor Bupati Rohul, Senin pagi, (06/06/2022). 

Baca juga: Syamsurizal Berharap Desa Sukamaju Lahirkan Duta Montir Sepeda Motor di Rokan Hulu

Terpantau sebelum dilakukannya unjuk rasa tersebut, MPC PP Rohul terlebih dahulu menggelar Apel Akbar Hari Lahir Pancasila dengan tema "Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia" di lapangan Kesbangpol Rohul. Apel dipimpin oleh ketua MPC PP Rohul, Syahmadi Malau dan dihadiri ribuan kader Pemuda Pancasila, Sapma PP, serta PAC PP se Kabupaten Rokan Hulu.  

Sorak-sorai semboyan "Pancasila!!,  Abadi!!" menggema dari gerbang masuk Kantor Bupati Rohul. Hal ini memancing Bupati Rokan Hulu, H. Sukiman yang diwakili oleh Asisten I Fathanalia Putra, S. STP, M. Si untuk hadir, menyambut, dan mendengarkan tuntutan ribuan massa MPC PP Rohul yang kala itu sedang mengorasikan poin tuntutannya. 

Ketua MPC Syahmadi Malau dalam orasinya menyampaikan bahwa MPC PP Rohul hari ini menuntut:

1. MPC PP menuntut pertanggungjawaban 15 tahun ketua Koperasi Karya Bhakti, Rizal Munte untuk memenuhi hak anggota koperasi sesuai pola KPPA dan Koperasi. 

2. Meminta Bupati Rokan Hulu menyelesaikan kasus Agraria (terkait 3 koperasi yang saat ini bermasalah) di Kecamatan Bonai Darussalam dan Kunto Darussalam.

Bupati H. Sukiman melalui Asisten I Fathanahlia Putra,S.STP, M.Si menyambut baik aksi yang dilakukan oleh MPC PP Rohul hari ini. Fathanalia juga menandatangani lembaran tuntutan aksi sebagai bentuk perjanjian akan menindaklanjuti hal yang menjadi poin tuntutan tersebut. 

Menanggapi respon pemerintah, Syahmadi Malau menyampaikan kepada awak media bahwa MPC PP Rohul menunggu kebijakan Pemkab Rohul. 

Baca juga: Kasus Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Kekayaan Asli Desa Kepenuhan Raya Naik Tahap Sidik

"Kita tunggu kebijakan dari pemerintah. Dua minggu kalau tuntutan kita tidak di indahkan, maka kita yang akan bertindak. Kita akan kuasai lahan tersebut" Tegasnya. (Na)


Informasi Anda Genggam


Loading...