Menu

Pemuda Di Bengkalis Mulai Bergelut Budidaya Ini, Hasilnya Juga Menjanjikan

Dahari 7 Jun 2022, 00:43
Wabup Bengkalis saat melihat budidaya ikan di Bengkalis
Wabup Bengkalis saat melihat budidaya ikan di Bengkalis

RIAU24.COM -BENGKALIS - Generasi milenial Kabupaten Bengkalis mulai melirik dunia usaha disektor budidaya di Bengkalis. Tidak sedikit pemuda Bengkalis sudah bergelut dibidang ini sejak beberapa tahun terakhir.

Keberanian pemuda Bengkalis terjun di dunia usaha budidaya ini menjadi perhatian oleh pemerintah Bengkalis. Ini dibuktikan Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso dengan mengunjungi beberapa usaha budidaya yang dipelopori oleh pemuda di Bengkalis, Senin 6 Juni 2022 kemarin.

Setidaknya ada tiga lokasi budidaya yang dikunjungi Wabup Bengkalis yang seluruhnya di kelola pemuda Bengkalis. Diantaranya budidaya Ikan Lele, Budidaya Ikan Nila dan Budidaya ulat Manggot.

Saat melakukan peninjauan Wabup melihat langsung kegiatan budidaya yang dikelola anak muda Bengkalis ini. Selain itu mendengar langsung kesulitan dan kendala yang dihadapinya.

Seperti saat singgah dibudidaya lele milik Marta Reza Dwi Gatra (30) di Desa Kelapapati Bengkalis saat  di kunjungi Bagus Santoso pria ini terlihat cukup senang. Kesempatan tersebut dia mengajak Wakil Bupati untuk melihat kolam budidaya lele yang sudah berjalan sejak tiga tahun lalu.

"Kami mulai sejak tiga tahun lalu, awalnya hanya enam kolam dengan lima ribu bibit. Alhamdulillah berjalannya waktu sekarang sudah sampai 13 kolam,"ungkapnya.

Dengan jumlah kolam tersebut Reza bisa panen perdua minggu sekitar seratus kilogram lele. Dengan harga jual perkilogramnya sekitar delapan belas ribu rupiah.

Menurutnya, usahanya selain memang cukup berjalan lancar. Namun tentu masih ada kendala kendala yang dihadapi.

"Seperti bibit lele yang masih dihadirkan dari luar Bengkalis. Tentu dengan perjalan jauh banyak bibit yang di bawa tidak semua hidup karena perjalanan jauh,"bebernya.

Kendala lain yakni terkait pakan lele yang di jual dipasaran memang masih tinggi. Sehingga margin keuntungan yang di dapat dari penjualan masih kecil.

Mendengar keluhan ini Wakil Bupati Bengkalis saat kunjungan tersebut membawa langsung Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkalis. Pihaknya ingin instansi tersebut mengakomodir kendala dan keluhan pelaku usaha.

Terkait keluhan Reza ini, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkalis menyampaikan mereka siap memberikan dukungan untuk usaha budidaya yang dilakukan kalangan milenial ini. Bahkan sebenarnya mereka memiliki program untuk sarana bantuan dalam bentuk apapun.

"Bisa bantuan benih, pakan juga ada. Nanti akan kita komunikasikan dengan pelaku budidaya milenial ini bagaimana mekanismenya,"ucap Dila Fahrianty Alanis Aqua Kultur Bidang Budidaya Dinas tersebut.

Pihaknya siap mengakomodir kebutuhan pelaku usaha budidaya tidak hanya untuk budidaya yang dikunjungi Wabup saat ini saja. Tetapi juga pelaku budidaya lainnya bisa berkomunikasi langsung dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkalis.

Sementara itu menurut Wabup, pelaku usaha milenial ini sangat perlu untuk di dukung. Karena potensi yang ada di Bengkalis ini sangat banyak.

"Seperti lele ini peluang usahanya cukup bagus, kebutuhan lele pulau Bengkalis sekitar 700 kilogram perminggunya. Sementara pelaku budidaya lele Bengkalis baru bisa memasok sekitar 100 kilogram saja,"ungkapnya lagi.

Maknanya hampir seluruh kebutuhan lele di Bengkalis masih di dominasi dari luar Bengkalis. Potensinya ada untuk anak anak muda Bengkalis merebut potensi ekonomi di pasaran Bengkalis.