Ketika Populer dan Elektabilitas Tak Menjamin Bisa Nyapres

Azhar
Minggu, 12 Juni 2022 | 06:04 WIB
Caapres potensial 2024. Sumber: Internet R24/azhar Caapres potensial 2024. Sumber: Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meyakini jika elektabilitas tinggi bukan jaminan dapat maju sebagai Capres 2024.

"Pada akhirnya, calon-calon populer kalau mereka tidak dicalonkan oleh partai politik sebagaimana ketentuan konstitusi, mereka tidak bisa untuk mencalonkan diri menjadi presiden," sebutnya dikutip dari merdeka.com, Minggu, 12 Juni 2022.

Meyakini hal itu, pihaknya masih memiliki waktu beberapa bulan untuk terus menaikan elektabilitas dan bersosialisasi usulan partai kepada masyarakat.

Baca juga: Jelang Ditutup, Inilah Partai Politik yang Telah Mendaftar ke KPU

Selain itu Ace memastikan agar Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diprakarsai oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa tetap bersatu.

Katanya, upaya itu dilakukan hingga mereka dapat menentukan nama Capres yang akan diusung.

Sejatinya, koalisi yang dibangun oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP mengibaratkan pembahasan Capres layaknya kesimpulan dari sebuah buku.

Untuk awalan KIB akan dilakukan pendahuluan atau pembahasan mengenai kerangka kerja strategi pemenangan, visi-misi, hingga berbagai isu-isu nasional.

Baca juga: Solidarita KIB Bakal Diuji Saat Daftar Capres 2024

"Saya kira kita di dalam membangun koalisi ini enggak bisa dilakukan dalam konteks tergesa-gesa tidak bisa kita membangun koalisi ini karena keterpaksaan," sebutnya.

"Banyak dari pengalaman Pilpres pasca reformasi sebagian besar koalisi itu di ujung ujung menjelang pendaftaran baru dibentuk koalisi. Kami ingin menghindari itu," ujarnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...