Menu

Sugeng Tolak Pembangunan Payung Elektrik Rp42 M di Masjid An Nur Riau

Riko 13 Jun 2022, 15:16
Sugeng Pranoto
Sugeng Pranoto

RIAU24.COM - Sempat ditunda, pemerintah Provinsi Riau kembali melakukan pelelangan enam unit payung elektrik Masjid Raya An Nur Riau. Namun, rencana itu ditolak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau.

"Kami di Dewan, menolak keras pembangunan tenda elektrik, karena sudah 3 tahun ribuan rumah ibadah, mulai masjid, musala, gereja tidak pernah diperhatikan Pemprov," kata sekretaris komisi IV DPRD Riau. Sugeng Pranoto, Senin (13/6/2022).

Sugeng beralasan, sudah tiga tahun, Pemprov Riau belum merealisasikan bantuan rumah ibadah. DPRD Riau juga menilai, kebijakan menganggarkan payung elektronik itu dianggap tidak etis menggunakan APBD sebesar Rp42 miliar.

"lebih baik Pemprov Riau mengutamakan pembangunan atau bantuan untuk rumah ibadah di Riau, daripada membangun tenda elektrik tersebut. Kebijakan ini juga bisa menyakiti ribuan pengurus rumah ibadah,"

"Saya rasa kebijakan ini tidak hanya menyakiti hati dewan, tapi ribuan pengurus rumah ibadah akan sakit hati, masak iya bangun tenda Rp42 miliar bisa, sementara sebelumnya untuk rumah ibadah yang jumlahnya ribuan di Riau hanya Rp33 miliar namun ditolak,"timpal Sugeng.

Menurut Sugeng, sebelumnya untuk bantuan rumah ibadah ini sudah diverifikasi tiga tahun lalu. Pemprov sudah panggil pengurus, sudah lengkap semua, dan sudah dianggarkan Rp33 miliar.

"Tiba-tiba dibatalkan oleh Gubernur. Ini tentu setiap kita anggota dewan saat reses ditagih oleh masyarakat, kita kadang-kadang kehilangan muka, sudah tiga tahun ditolak terus," jelasnya.

Hal yang paling menyakitkan lagi, katanya, kalau Masjid Annur beli payung elektrik langsung dikabulkan, setelah sebelumnya di APBD 2021 sempat ditunda pembangunannya.

"Ribuan masjid diakomodir dewan ditolak, kenapa beli payung langsung di ACC Pak Gubernur. Masjid itu sudah didatangi dan sudah oke tinggal pencairan malah ditolak. Jelas itu sakit hati mereka," ujar Sugeng.

Sugeng meminta jika Gubernur terus ngotot membangun payung elektrik, maka harus mau dulu menganggarkan untuk bantuan rumah ibadah.

"Kalau tetap ngotot merealisasikan payung Masjid Annur itu, cairkan dulu (untuk masjid), jangan buat malu pengurus masjid dan dewan sudah berjanji,"pungkasnya.

Jika alasan Pemprov untuk pengembangan wisata religi, menurutnya tidak masuk akal. Sebab, lebih bagus diutamakan dulu kebutuhan utama rumah ibadah daripada payung yang tujuannya kebutuhan kedua.

"Jadi kalau soal itu nanti dulu, utamakanlah kebutuhan utama dan mendesak di rumah ibadah, kebutuhan primer dulu baru sekunder, lagipula untuk rumah ibadah hanya Rp10 juta bantuannya per rumah ibadah,"terangnya.

Sambung politisi PDI Perjuangan ini, lebih baik memberikan fasilitas kepada orang untuk melaksanakan ibadah (salat) daripada membangun tenda elektrik bukan untuk salat. "Ada apa, kok dipaksain betul itu proyek, jangan orang yang tidak salat difasilitasi wisata religi, sementara orang salat tidak dibantu," jelasnya.

Berita sebelumnya, pembangunan payung raksasa di Masjid Raya Annur Riau itu layaknya payung elektrik di Masjid Nabawi, Madina. Untuk pembangunan payung, Pemprov Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp42 miliar.

"Payung elektrik di Masjid Raya Annur Riau tahun ini kembali kita alokasikan anggaran pembangunannya sebesar Rp42 miliar untuk 6 payung," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Arief Setiawan melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Thomas Larfo Dimiera, Kamis (9/6/2022).

Thomas Larfo mengatakan, saat ini pembangunan 6 payung elektrik tersebut masih proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP), Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Riau.

Lebih lanjut Thomas mengatakan, anggaran Rp42 miliar itu tidak hanya digunakan untuk pembangunan 6 payung elektrik. Namun digunakan untuk pembangunan kawasan masjid dan perbaikan 2 pintu gerbang masjid.

"Jadi di situ ada pekerjaan area suci, dan ada pekerjaan perbaikan gerbang. Jadi ada gerbang baru ada 2 unit. Gerbang pertama posisinya di depan Bundaran Bambu Runcing untuk pintu masuk, dan gerbang kedua tetap di gerbang lama samping RSUD Arifin Achmad Riau," terangnya.

Selain itu, tambah Thomas Larfo, pihaknya juga akan membangun tempat wudu di area suci sepanjang 8.000 meter. Area suci tersebut akan dipasang granit.

"Area suci kita bangun besar, area ini bisa digunakan untuk salat. Jadi nanti kalau ada acara-acara besar seperti shalat Idul Fitri atau Idul Adha maupun tablig akbar bisa digunakan di area suci,"pungkasnya.