Tragis! Ditipu Oleh Suami yang Ternyata Perempuan, Korban Mengaku Adanya Kerugian Material hingga Dugaan Pembunuhan

Hilda Sari Wardhani
Minggu, 19 Juni 2022 | 08:15 WIB
ilustrasi/Pexels R24/hilda ilustrasi/Pexels
Bea Cukai

RIAU24.COM - Kisah seorang wanita asal Jambi mendadak viral setelah pengakuan dirinya telah ditipu dan menikah dengan seorang perempuan tulen yang dikenalnya melalui aplikasi dating pada tahun 2021 lalu.

Ia menceritakan segala kejadian pada akun Twitter @FashionkuStyle berhasil viral dengan jumlah retweet sebanyak 40.000 dan 131.000 likes.

Dalam cuitannya, bukan hanya tertipu atas identitas pelaku tetapi ia menjelaskan adanya pemalsuan gelar akademik dan dirugikan secara mental, psikis hingga material.

Ia mengatakan telah mengalami kerugian sebesar Rp300 Juta dan karir yang sudah dihancurkan.

Baca juga: BJ Habibie, Orang Indonesia yang Punya Julukan Mr Crack

"Tolong bantu saya untuk mendapatkan keadilan dan pelaku dihukum seadil-adilnya. Mental dan nama baik saya sudah dirusak, karir saya dihancurkan uang saya dikuras habis-habisan kerugian hingga 300jt lebih. Sedangkan pihak pelaku dengan santainya seolah-olah tidak bersalah atas perbuatan zalimnya dan pihak keluarga sama sekali tidak ada itikad baik untuk mengembalikan hak saya, malah asik berfoya-foya," tulisnya.

Perempuan asal Jambi tersebut menceritakan kronologi sejak awal bertemu hingga menikah selama 10 bulan.

Ia mengatakan pula jika dirinya dipisahkan dengan sang ibu kandung dan hampir dibunuh saat hendak mandi.

Menurut cuitannya, perempuan yang menjadi suaminya ini berasal dari Lahat dan memiliki alibi bahwa kartu identitas miliknya belum selesai.

"Saya dicuci otak sehingga tdk sadar bahwa ternyata saya ditipu. Pelaku selalu meminta uang dg alasan utk pengobatan ayah saya. Meminta uang dg ibu saya juga. Hingga kerugian mencapai 300jt lebih. Nama baik saya pun dihancurkan dimana-mana. Akses saya terhadap teman-teman saya pun dibatasi dan banyak yang diblokir tanpa sepengetahuan saya," lanjutnya.

Kejanggalan pun ia rasakan saat melihat gerak-gerik pelaku yang aneh dan dirinya bahkan dikurung dalam kamar tanpa boleh berinteraksi dengan warga sekitar.

"Selama bulan desember saya dikurung dirumah S dan tidak boleh menghubungi ibu saya. Selama Desember 2021 saya diajak beberapa kali ke air terjun di pelosok dusun Lahat tanpa ada sinyal. Disini saya sama sekali tidak ada kecurigaan karena saya masih menganggap bahwa AA ini suami saya dan benar laki-laki.

Ia melanjutkan adanya dugaan percobaan bunuh diri yang ingin dilakukan sang suami dan keluarganya.

"Sempat pula ia pelaku mengajak saya ke air terjun tersebut dengan bapak angkat pelaku dan teman pelaku. Air terjun tersebut pun dekat dengan aliran sungai Lematang. Dan saya disuruh mandi di air terjun tersebut. Sekarang saya Baru sadar bahwa pelaku hendak menghilangkan nyawa saya. Lalu pada tgl 1 januari 2022 pelaku menyuruh saya mandi di aliran sungai lematang”.

“Pada saat itu saya menurut saja. Lagi lagi allah masih melindungi saya, waktu itu saya mendengar pelaku mendapat telepon untuk menyuruh saya maju ke aliran sungai yang lebih dalam.” Ujarnya lagi.

Sebagai korban, wanita itu mengaku bahwa dirinya tidak bisa berenang dan melakukan pertahanan dengan memegang tangan sang suami agar tidak terikut arus.

Namun bernasib buruk, setelah kejadian tersebut pun korban kembali dikurung selama empat bulan di rumah teman pelaku.

Baca juga: Mengenang Kembali Perang Diponegoro

Dalam cuitan itu pula korban mengatakan jelang 10 bulan, keluarga korban baru mencari tahu kebenaran dengan bantuan polisi. Hal itu pun terungkap, ternyata ada modus penipuan dan pemalsuan identitas yang dilakukan pelaku AA tanpa diketahui motif sebenarnya.

Sampai artikel ini diterbitkan, korban masih menjalani sidang yang telah digelar selama dua bulan. Unggahannya mendapatkan banyak respon dari warganet hingga 2.500 lebih komentar.*


Informasi Anda Genggam


Loading...