Tak Hanya Kepri Milik Malaysia, Ini Sederetan Ocehan Mahathir Mohammad yang Kontroversial

Azhar
Sabtu, 25 Juni 2022 | 07:50 WIB
Mahathir Mohamad. Sumber: Internet R24/azhar Mahathir Mohamad. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Entah apa yang ada di pikiran mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

Ia kerap melontarkan kata-kata kontroversi. Yang terbaru ketika dirinya menyebutkan jika Kepulauan Riau adlah bagian dari Malaysia dikutip dari sindonews.com, Sabtu, 25 Juni 2022.

Berikut sejumlah pernyataan Mahathir Mohamad yang kontroversial dikutip dari okezone.com.

Baca juga: Pencopet di Sekitar Menara Eiffel Jadi Tantangan Berat Bagi Pihak Kepolisian Paris Sebelum Olimpiade 2024

Pada Oktober 2020, Mahathir Mohamad melontarkan pernyataan sebagai tanggapannya atas Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Saat itu Macron dengan lugas membolehkan kartun Nabi Muhammad karya Majalah Charlie Hebdo, dipamerkan.

Macron juga menyalahkan agama Islam atas peristiwa pembunuhan terhadap seorang guru di Prancis.

Dalam akun Twitter-nya, pada 29 Oktober 2020, Mahathir mengatakan,"Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis atas pembantaian di masa lalu,"

Cuitan Mahathir yang menuai kontroversi ini kemudian dihapus oleh pihak Twitter.

Pada Oktober 2003 Mahathir pernah menyebut orang Yahudi "berhidung bengkok”, mengatakan bahwa mereka "memerintah dunia dengan proxy", serta mempertanyakan jumlah orang Yahudi yang terbunuh dalam Holocaust.

Ia kemudian membela pernyataannya yang dianggap anti-Semit itu, ketika berbicara di acara Forum Pemimpin Dunia di Universitas Columbia, Amerika Serikat, pada 2019.

Baca juga: Tragis, Remaja 16 Tahun Tewas di Dekat Halte Bus di Yerusalem

Saat itu, seorang peserta mengkonfrontasi Mahathir terkait pernyataannya di masa lalu tersebut.

Mahathir menjelaskan bahwa ia menggunakan hak untuk kebebasan berbicara.

"Mengapa saya tidak bisa mengatakan sesuatu terhadap orang-orang Yahudi ketika banyak orang mengatakan hal-hal buruk tentang saya dan tentang Malaysia dan saya tidak memprotes?" sebutnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...