Sadio Mane Hijrah, Fans Khawatir Apakah Kehadiran Darwin Nunez Bisa Membawa Warna Baru Bagi Liverpool?

Zuratul
Minggu, 26 Juni 2022 | 08:04 WIB
potret Sadio Mane dalam pertandingan nya saat masih di tim Liverpool sebelum memutuskan pindah ke Bayern Munchen/twitter R24/zura potret Sadio Mane dalam pertandingan nya saat masih di tim Liverpool sebelum memutuskan pindah ke Bayern Munchen/twitter

RIAU24.COM - Fans Liverpool bersedih atas transfernya Sadio Mane. Dimana ketiga Bintang ini Robert Firmano, Sadio Mane, dan Mohamed Salah adalah sebuah tritunggal yang menjadi elemen krusial dalam proses revolusi Liverpool bersama Jurgen Klopp.

Tapi kini era itu telah berakhir. Setelahh Sadio mane tekan kontrak dengan Bayern Munchen lewat transfer bernilai 32 juta euro.

Setelah enak tahun pennuh kenangan manis, rasanya tak berelbbihan jika pendukung Liverpool menyematkan predikat mantan terindah pada Mane, yang tiba di Anfield settahun setelah Firmano dan setahun sebekum Salah.

Baca juga: Apriyani/Fadia Siap Tempur di World Tour Finals 2022

Sejak pertama kali menghiasi lini depan Liverpool awal musim 2017/18, ketiganya langsung menjelma jadi salah satu trisula paling tajam di Eropa.

Final Liga Champions 28 Mei lalu adalah terakhir kali Firmino, Mane dan Salah berada dalam satu lapangan, atau 1.750 hari setelah penampilan perdana mereka di barisan serang Liverpool.

Selama periode itu The Reds memainkan 731 laga dengan lini depan trio Firmansah. Hasilnya, pemilik nomor 9, 10 dan 11 itu mempersembahkan total 338 gol dengan rincian Salah 156, Mane 107, dan Firmino 75 gol.

Selama main bersama mereka juga membuat total 139 assist, dengan pembagian Salah 58, Firmino 50, Mane 31. Menariknya, 66 persen dari 139 assist mereka itu tercipta untuk satu sama lain.

Assist Firmino ke Salah 21 kali, Mane ke Salah 18, Firimino ke Mane 18, Salah ke Mane 18, Salah ke Firmino 11, dan Mane ke Firimino 6 kali assist.

Soal gelar tak ada keraguan. Trio ini menorehkan tinta emas dengan membantu Liverpool menyudahi 30 tahun puasa gelar Liga Inggris pada musim 2019/20.

Kemudian major trophy lain yakni Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.

Mane sendiri pergi setelah membuat 120 gol dalam 269 penampilan, menempatkannya di peringkat 14 daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool.

Total Mane menghabiskan delapan musim di Premier League, dua bersama Southampton, enam bersama Liverpool. Seluruhnya mencetak minimal dua digit gol per musim.

Prestasinya selama berkostum Liverpool semakin lengkap dengan gelar individual Pemain Terbaik Afrika, serta Sepatu Emas Premier League.

"Gol-golnya, trofi yang dia menangkan, tentu seorang legenda, juga ikon Liverpool era modern," ujar Klopp menggambarkan karier Mane selama membela Liverpool, seperti dilansir situs resmi klub.

Klopp jelas ingin Mane bertahan, meski pada akhirnya memahami situasi dan harus merelakan kepergian salah satu pemain terbaiknya.

"Saya sangat menghormati keputusannya dan saya yakin suporter kami juga. Jika kalian mencintai LFC, kalian harus mencintai Sadio,” tegasnya.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Pelatih Gerardo Martino Mundur Usai Meksiko Cetak Prestasi Terburuk Selama 44 Tahun

Banyak yang menganggap gaya main Nunez mirip Fernando Torres. CV pemain 22 tahun asal Uruguay itu memang impresif bersama Benfica, meski belum terbukti di liga top Eropa.

Idealnya, kombinasi Nunez bersama Salah, Firmino, Luiz Diaz dan Diogo Jota, akan membawa warna baru di barisan depan Liverpool.

Kedalaman lini serang The Reds juga rasanya masih cukup untuk memperebutkan gelar di berbagai kompetisi. Lewat tangan dingin Klopp, waktu akan menjawab bagaimana daya gedor Liverpool setelah Mane angkat koper.

Bagaimanapun, Mane telah menciptakan standar yang tinggi untuk para pemain muda Liverpool. Tak hanya soal pencapaiannya di lapangan, namun juga prilakunya di luar lapangan.


Informasi Anda Genggam


Loading...