Ini Balasan Demokrat Setelah PDIP Sebut Tak Mau Berkoalisi

Azhar
Senin, 27 Juni 2022 | 08:29 WIB
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Sumber: Tribunnews.com R24/azhar Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Sumber: Tribunnews.com
Bea Cukai

RIAU24.COM - Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra membalas pernyataan yang keluar dari mulut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto belum lama ini.

Hasto mengatakan PDIP enggan berkoalisi dengan Partai Demokrat apa lagi PKS karena faktor ideologi dikutip dari sindonews.com, Senin, 27 Juni 2022.

"Kami sangat menghargai, setiap parpol punya prioritas dan platform berbeda ketika memegang pemerintahan," sebut Putra.

Baca juga: Moeldoko: Negara Indonesia Sedang Hadapi Ujian Berat, Ada Apa?

"Rakyat pernah merasakan pemerintahan era Bu Megawati, Pak SBY, dan Pak Jokowi saat ini," ujarnya.

Karanya, di era era Demokrat atau SBY yang memimpin pada 2004-2014, prioritas pemerintah jelas yakni membela rakyat kecil, memperjuangkan hak-hak dan aspirasi rakyat.

Tak hanya itu, rakyat juga tidak perlu antre minyak goreng, harga sembako juga terjangkau dan stabil, tidak naik drastis seperti situasi yang rakyat hadapi enam bulan ini.

"Kemiskinan turun drastis, penduduk miskin berkurang hampir 9 juta. Pemerintahan SBY diwarisi 36 jutaan penduduk miskin dari Presiden Megawati," sebutnya.

Baca juga: Biar Anak Tak Lagi Jadi 'Tumbal', Wakil Rakyat Ini Usul Beli Rokok Harus Pakai e-KTP

"Setelah sepuluh tahun memimpin, SBY mewariskan tinggal 27 jutaan penduduk miskin ke pemerintahan Jokowi. Ada pengurangan sangat signifikan," ungkapnya.

Berbeda dalam 5 tahun Jokowi memimpin, angka kemiskinan berkisar 24-26 juta atau hampir tidak ada pengurangan dari era SBY.

Bahkan, setelah pandemi, di periode kedua, sempat naik lagi ke angka 28 juta, dan sekarang 26 juta.


Informasi Anda Genggam


Loading...