Sedikitnya 4 Orang Tewas dan 70 Lainnya Terluka, Usai Arena Adu Banteng Ambruk di Kolombia

Devi
Senin, 27 Juni 2022 | 09:07 WIB
Foto : Pikiran Rakyat R24/dev Foto : Pikiran Rakyat
Bea Cukai

RIAU24.COM - Empat orang tewas dan sekitar 70 lainnya luka-luka pada Minggu (26 Juni) ketika bagian dari stand ambruk di arena adu banteng di kota El Espinal, Kolombia, kata pejabat provinsi.

Video yang diposting di media sosial menunjukkan bagian dari tribun itu terguling ke depan ring, di mana penduduk setempat berpartisipasi dalam acara lari banteng yang terkait dengan hari raya Santo Petrus dan Santo Paulus.

Baca juga: Wow! Drama Big Mouth Berhasil Menembus Rating Dua Digit Sejak Debut Pada 29 Juli 2022  

"Ada empat orang tewas saat ini - dua wanita, seorang pria dan seorang anak di bawah umur," kata gubernur provinsi Tolima Jose Ricardo Orozco kepada Blu Radio setempat.

Tidak ada yang masih terjebak di reruntuhan, Mayor Luis Fernando Velez, direktur pertahanan sipil di provinsi itu, mengatakan kepada televisi lokal Caracol, dan beberapa orang yang dilaporkan hilang telah ditemukan.

"Keadaan darurat telah teratasi di lokasi kejadian. Kurang lebih 70 orang luka-luka," kata Velez.

Ambulans dikirim dari kota-kota terdekat Ibague dan Melgar untuk membantu yang terluka, yang membanjiri rumah sakit El Espinal, kata Velez, seraya menambahkan dia tidak tahu persis dengan apa stan itu dibangun tetapi tampaknya terbuat dari papan kayu.

Baca juga: Henry Kissinger: Negaranya AS Berada Diambang Perang Melawan Rusia dan China

Di tengah kekacauan tersebut, seekor banteng kabur ke jalan-jalan kota. Dari video yang beredar, tampak stadion kayu tersebut penuh sesak penonton sebelum akhirnya ambruk ke tanah.

Untuk diketahui, adu banteng adalah aktivitas ilegal di beberapa kota Kolombia, tetapi pertandingan tersebut masih terjadi di kota pedesaan seperti El Espinal. Pertunjukan ini sering diadakan di arena yang dibangun dengan buruk.

Tak lama setelah insiden itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan belasungkawa dan berharap korban bisa cepat pulih. Dia juga mendesak agar walikota melarang pertunjukan yang berpotensi kematian bagi manusia atau hewan karena tragedi tersebut bukan terjadi sekali dua kali. Pihak kepolisian Kolombia masih menyelidiki insiden tersebut.


Informasi Anda Genggam


Loading...