Dampak Lonjakan Harga Cabai Merah, Warung Makanan Harus Putar Strategi

Hilda Sari Wardhani
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:50 WIB
ilustrasi/net R24/hilda ilustrasi/net

RIAU24.COM - Imbas harga lonjakan cabai merah sangat berdampak bagi konsumen khususnya pedagang makanan yang setiap hari menjual makanan dengan bahan dasar cabai merah.

Harga cabai saat ini diketahui sangat tinggi, mencapai Rp130.000 per Kilogram di beberapa daerah di Sumatera. Sedangkan di Pulau Jawa sudah mencapai harga Rp120.000 per Kilogram.

Baca juga: Ketika Reza Rahadian Dibuat Bingung Pilih Jadi Dosen Atau Aktor

Mengutip dari suarariau, salah satu warung makan di Siak ini melakukan strategi baru yakni mengubah bahan dasar cabai merah menjadi cabai hijau.

Hal tersebut dilakukan agar tetap mendapat keuntungan dan tidak mengubah rasa pedas yang telah dikenal oleh para pelanggan.

Pasalnya, jika tidak mengganti penggunaan cabai namun menguranginya rasa yang ditawarkan jadi berbeda dan asing di lidah pelanggan.

"Karena cabai merah mahal kami ganti ke cabai hijau," kata penjual dikutip melalui suarariau.id pada Rabu (29/6/2022).

"Biasanya sambal di rumah makan kami ini pakai cabai merah, tapi karena cabai merah mahal makanya diganti cabai hijau," lanjutnya.

Selain itu, beberapa pedagang juga terpaksa menaikkan harga jual karena harga bahan dasar yang melonjak tinggi.

Para penjual makanan meminta perhatian kepada pelanggan atas perubahan harga yang terjadi secara mendadak. 

Baca juga: Gegara Ini Jokowi Tak Undang Junta Militer Myanmar di Acara Kick Off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023

Bukan sesuatu yang tersembunyi, tetapi kenaikan harga cabai merah saat ini telah menyebar ke seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

Imbas dari lonjakan tersebut, penjual cabai di pasar pun mengalami pengurangan pembeli dan mengatakan bahwa kesusahan menjual cabai merah dengan jumlah banyak. Konsumen lebih memilih membeli dengan ukuran 1-2 ons saja.*


Informasi Anda Genggam


Loading...