Bujang Kampung ke 19 di Muara Kelantan, Dihadiri Utusan Lembaga Pertanahan Belanda

Lina
Kamis, 30 Juni 2022 | 08:38 WIB
Saat program Bujang Kampung R24/lin Saat program Bujang Kampung
Bea Cukai

RIAU24.COM - Ada yang spesial pada pelaksanaan Program Bujang Kampung (Bupati Bekerja dan Ngantor di Kampung), yang kali ini dilaksanakan di Kecamatan Mandau, yakni dua orang Warga Negara Belanda hadir ke Kampung Muara Kelantan untuk melihat upaya konsolidasi pemangku kepentingan bersama masyarakat dalam program Bujang Kampung, khususnya terkait pola penanganan permasalahan PTSL oleh Pemkab Siak.

Baca juga: Buka Musda ke II IKTD Kabupaten Siak, Ini Harapan Bupati Alfedri

Eva-Maria Unger dan Rohan Bennett, senior advisor dari The Netherland Cadastre asal Belanda, merupakan perwakilan dari lembaga negeri kincir angin yang telah bekerjasama dengan Kementerian ATR dan BPN dalam hal sistem pendaftaran tanah modern sejak Tahun 2020 silam. 

Kehadiran Eva dan Rohan disambut baik oleh Bupati Siak Alfedri dan Wabup Husni Merza, bersempena pelaksanaan Program Bujang Kampung ke 19 Tahun 2022, yang juga dihadiri oleh Kepala OPD dilingkungan Kabupaten Siak, Camat Sungai Mandau, Penghulu se-Kecamatan Mandau, beserta sejumlah tokoh masyarakat.

“Menariknya indikator keberhasilan program Bujang Kampung yang digagas dengan prinsip gotong royong mendekatkan pelayanan ke kampung-kampung ini, ternyata tidak hanya sebatas dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat kampung saja, tapi juga dapat mengundang rasa ingin tahu beberapa pihak dari luar Kabupaten Siak untuk melihat langsung pelaksanaannya, kali ini dari Negara Belanda” sebut Alfedri.   

Baca juga: HUT Gerakan Pramuka Ke-61, Kwarcab Pramuka Siak Gelar Apel

Sementara itu Eva menjelaskan serangkaian agenda kunjungan kerjanya ke Indonesia, diantaranya pihaknya akan melaksanakan pertemuan bersama Kementerian ATR / BPN, melaksanakan kunjungan ke kantor-kantor tanah lokal, kunjungan JKPP, BIG dan WB ke UGM. Selain itu mereka dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan Yogyakarta ke Kalimantan untuk melihat penanganan PTSL / PALAR.

“Kami mempelajari persoalan terkait lahan yang menjadi tantangan bagi desa yang indah ini. Menariknya ada solusi dengan kehadiran Bupati yang datang ke kampung-kampung seminggu sekali” kata dia.(Lin)


Informasi Anda Genggam


Loading...