Alasan Jokowi dan Pemimpin Dunia Datang ke Ukraina Gunakan Kereta Api Malam

Amastya
Kamis, 30 Juni 2022 | 13:24 WIB
Jokowi dan rombongan tiba di Kyiv, Ukraina /Biro Pers Sekretariat Presiden R24/tya Jokowi dan rombongan tiba di Kyiv, Ukraina /Biro Pers Sekretariat Presiden
Bea Cukai

RIAU24.COM - Presiden Jokowi sudah sampai di Ukraina pada Rabu 29 Juni 2022 kemarin. Jokowi berangkat menuju Kyiv, Ukraina menggunakan kereta malam dari Stasiun Przemysl Glowny, Polandia.

Ternyata bukan hanya Jokowi saja yang menggunakan kereta malam menuju Ukraina. Sebelumnya, beberapa pemimpin negara pun harus naik kereta malam menuju negara yang sedang berperang melawan Rusia tersebut.

Mengapa harus kereta malam?

Dalam kunjungannya ke Ukraina, Jokowi pergi bersama Iriana Widodo dan rombongan untuk melakukan misi perdamaian menggunakan Kereta Luar Biasa.

Ternyata kereta malam tersebut sudah dipersiapkan pihak Ukraina untuk Jokowi dan rombongan menuju ibu kota negara.

Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Kematian Brigadir Yosua Hutabarat di Rumah Dinas Ferdy Sambo

Ukraina mengkhususkan pemimpin negara-negara di dunia menggunakan kereta malam tersebut jika mereka berkunjung ke negaranya.

Mengutip dari DW, beberapa pemimpin Uni Eropa pernah melakukan kunjungan mendadak setelah pasukan Rusia menerobos pertahanan pada Maret 2022 lalu.

Kunjungan dilakukan oleh Perdana Menteri Polandia, Mareusz Morawiecki; Wakil PM Polandia, Jaroslaw Kaczzynski, Pemimpin Partai yang berkuasa di Polandia, Pemimpin Slovenia Janez Jansa, dan Pemimpin Ceko Petr Fiala bersama-sama menuju Ukraina menggunakan kereta malam.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menemui Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy di sebuah bunker yang terletak di bawah rumah dinasnya.

Baca juga: Kota-kota Ini Pernah Jadi Pusat Kerajaan Hindu-Islam, Sudah Tahu?

Selain para pemimpin Uni Eropa tersebut, beberapa pemimpin negara lain pun mengikuti langkah yang sama ketika mereka mengunjungi Ukraina yaitu menggunakan kereta api malam.

Mereka adalah Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen; Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson; Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau; dan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken.

Kemudian juga ada beberapa politisi Jerman, pemimpin oposisi Jerman, dan Menteri Luar Negeri Annalea Baerbock pun juga berkunjung dengan cara yang sama.

Alasan penggunaan kereta api malam ternyata melihat dari sektor keamanan dan keselamatan para pemimpin. Perjalanan menggunakan kereta api malam juga bertujuan untuk merahasiakan perjalanan orang-orang penting tersebut.

Terlebih lagi, sulit untuk melakukan perjalanan udara menuju Ukraina meskipun pasukan Rusia telah ditarik dari wilayah Kyiv. Sebagai tambahan, perjalanan udara menuju Ukraina telah ditutup sejak 24 Februari 2022 lalu.

Sampai saat ini moda transportasi masih tak aman karena serangan rudal Rusia masih terus menghujani rel, jembatan, dan stasiun kereta api provinsi untuk mengganggu pasokan senjata bagi Ukraina.


Informasi Anda Genggam


Loading...