ELite PKS Ini Tak Terima Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Azhar
Kamis, 30 Juni 2022 | 22:19 WIB
Ilustrasi membeli minyak goreng. Sumber: Internet R24/azhar Ilustrasi membeli minyak goreng. Sumber: Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM - Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara, Hendro Susanto mempertanyakan sikap pemerintah yang berencana menerapkan transaksi jual beli minyak goreng atau migor menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Katanya, langkah itu dinilai akan membuat masyarakat repot untuk membeli sekadar migor dikutip dari viva.co.id, Kamis, 30 Juni 2022.

Dia menyoroti kebijakan itu karena mestinya pemerintah menyediakan kebutuhan pokok dengan stok yang aman dan harga terjangkau.

Baca juga: Apa yang Harus Prabowo Lakukan Agar Menang Nyapres 2024?

"Bukan sebaliknya malah menambah beban masyarakat dengan kebijakan tersebut," sebutnya.

"PKS yang DNA nya melayani masyarakat, maka kita bersuara dengan lantang untuk kebijakan itu. Akar masalah minyak goreng ada pada sisi produksi dan distribusi, bukan karena adanya lonjakan konsumsi," ujarnya.

Tambahnya, rencana penggunaan PeduliLindungi bukan meringankan masyarakat untuk membeli migor.

Baca juga: Prabowo Sebut Ojo Kesusu Saat Ditanya Soal Pencapresan Gerindra-PKB

Dia menyindir cara itu malah akan menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat nantinya.

"Pemerintah jangan dong gonta-ganti kebijakan tata-niaga minyak goreng curah secara trial by error alias coba-coba. Namun, tidak menyelesaikan akar masalahnya," sebutnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...