Menu

Kremlin: Pertemuan Jokowi dan Vladmir Putin Sangat Penting, Apakah Ada Titik Terang Antara Rusia dan Ukraina?

Zuratul 1 Jul 2022, 06:53
Presiden Jokowi bersama dengan Presiden Ukraina Vladmir Putin di Istana Kremlin/suara.com
Presiden Jokowi bersama dengan Presiden Ukraina Vladmir Putin di Istana Kremlin/suara.com

RIAU24.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, sebagaimana keterangan resmi dari Kremlin yang menyebut pertemuan keduanya sebagai momen sangat penting, Kamis (30/6/2022).

“Ini akan menjadi kunjungan yang sangat penting. Kami sedang mempersiapkannya,” kata seorang sumber di pemerintah Rusia seperti dikutip kantor berita TASS, Kamis (23/6/2022) kemarin.

“Presiden Joko Widodo dari Indonesia akan mengunjungi Moskow pada 30 Juni,” katanya lagi.

Dikutip dari suara.com, sumber yang sama menyebutkan, Indonesia merupakan mitra penting bagi Rusia yang telah menjaga hubungan ekonomi dan politik secara intensif.

Selain itu, saat ini Vladimir Putin juga telah diundang untuk menghadiri KTT G20, yang tahun ini diketuai oleh Indonesia.

“Kami tentu akan hadir," ujarnya, seraya menambahkan bahwa format kehadiran Putin akan ditentukan kemudian.

Terlihat dalam akun instagram @jokowi, dalam pertemuan itu, kedua Kepala Negara membahas sejumlah isu. Usai pertemuan, Jokowi dan Putin menggelar konferensi pers.

Dimana satu hari sebelumnya pada 29 Juni, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana pergi menemu Presiden Ukraina Zelensky di Kyiv.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwasanya ada lima poin penting yang jadi pembahasan bersama Presiden Putin.

Poin pertama adalah tentang kemanusiaan. 

"Kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Konstitusi Indonesia mengamanatkan bahwa Indonesia selalu berusaha menciptakan bagi terciptanya perdamaian dunia," tutur Jokowi.

"Dalam konteks inilah saya melakukan kunjungan ke Kyiv dan ke Moskow," lanjutnya.

Poin kedua adalah tentang penyelesaian Konflik

Poin kedu yang disampaikan Presiden Jokowi adalah tentang penyelesaian konflik atas konflik yang perang antara Ukraina dan Rusia. 

Selain jalan damai, menurut Jokowi, ruang dialog terbuka juga harus terus dikedepankan, direalisasikan dan pantau kelanjutannya.

"Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelensky (Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky) untuk Presiden Putin.

Dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara kedua pemimpin tersebut," tegas Jokowi.

Poin ketiga

"Yang ketiga, saya tadi banyak membahas dan menjelaskan bahwa kepentingan dan pupuk adalah masalah kemanusiaan. Merupakan dasar masyarakat dunia,".

Oleh karenanya, saat ini ada ratusan orang terdampak dengan terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk. Kondisi ini terutama terjadi di negara-negara berkembang.

"Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan demi kemanusiaan," ungkap Jokowi.

"Saya juga mendukung upaya PBB utuk reintegrasi komoditi pangan dan pupuk Rusia dan komoditi pangan Ukraina untuk masuk lagi dalam rantai pasok dunia," jelasnya.

Poin Ke Empat

Kemudian, khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, Jokowi mengungkapkan bahwa Presiden Putin telah memberikan jaminannya.

Poin Kelima

Presiden Jokowi dan Vladmir  Putin berdiskusi panjang mengenai kerja sama antara Rusia dan Indonesia.

"Baik di bidang investasi, perdagangan luar negeri maupun turisme yang pembicaraannya akan kita tindaklanjuti dengan membentuk tim agar bisa membahasnya secara detail," kata Jokowi.

Itulah 5 point pentinng yang di bahasa bapak Presiden Jokowi saat berkunjung ke kediaman Vladmir Putin di Rusia.