Sidang Tanwir Muhammadiyah Punya Cerita, Begini Sejarahnya

Azhar
Jumat, 01 Juli 2022 | 07:56 WIB
Ilustrasi. Sumber: Internet R24/azhar Ilustrasi. Sumber: Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM - Istilah Tanwir sudah lama melekat pada Muhammadiyah.

Tahukah jika istilah ini resmi digunakan pada tahun 1932 ketika Muhammadiyah dipimpin oleh KH. Hisyam.

Pada mulanya disebut Madjlis Tanwir sebagai salah satu hasil Kepoetoesan Conferentie Consul Hoofdbestuur Moehammadijah Hindia-Timoer di Djokjakarta pada 19-22 November 1932 dikutip dari muhammadiyah. or.id.

Baca juga: Viral! Netizen Bandingkan Pesulap merah dan Buya Yahya Dalam Membongkar Praktek Perdukunan

Kata Tanwir muncul sebagai suatu kegiatan permusyawaratan. Kali pertama istilah ini diresmikan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-24 di Banjarmasin pada tahun 1935.

Namun, kata Tanwir baru tercatat dalam dokumen resmi persyarikatan sebagai permusyawaratan tertinggi tertuang dalam Anggatan Dasar Muhammadiyah tahun 1959 Bab VI Pasal 16: Tanwir ialah permusyawaratan tertinggi dalam Persyarikatan pada waktu tidak ada Mu’tama.

Dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah yang paling mutakhir secara eksplisit disebut dalam Pasal 24:

(1) Tanwir ialah permusyawaratan dalam Muhammadiyah di bawah Muktamar, diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab Pimpinan Pusat.

Baca juga: Waspada! Pempek Ikan Busuk Dijual di Emperan Kaki Lima Jawa Barat

(2) Anggota Tanwir terdiri atas: a. Anggota Pimpinan Pusat b. Ketua Pimpinan Wilayah c. Wakil Wilayah d. Wakil Pimpinan Organisasi Otonom tingkat Pusat;

(3) Tanwir diadakan sekurang-kurangnya tiga kali selama masa jabatan Pimpinan; (4) Acara dan ketentuan lain tentang Tanwir diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.


Informasi Anda Genggam


Loading...