Pembunuhan Berantai Ini Jadi yang Paling Kejam Sepanjang Sejarah, Sudah Tahu?

Azhar
Jumat, 01 Juli 2022 | 21:43 WIB
Harold Shipman. Sumber: Internet R24/azhar Harold Shipman. Sumber: Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM - Aksi keji Harold Shipman pada 1946–2004 menjadi pembunuh berantai terkejam sepanjang sejarah dunia.

Total pasien yang pernah dibunuh dokter ini mencapai 218 orang dikutip dari kompas.com. Hidupnya baru berakhir setelah polisi berhasil menjerumuskannya ke penjara.

Baca juga: Apa Itu Resesi Seks? Kasus yang Menghantui China Saat Ini

Disana dia mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri pada 2004 silam. Dalam aksinya, Harold Shipman beraksi saat membuka praktik yang bisa menjadi pembunuh yang tak mencurigakan.

Setelah sekian lama, aksi kejinya ini akhirnya diketahui ketika ia dicurigai terlibat dalam kasus-kasus pembunuhan pasiennya.

Ia mengaku bahwa para korban meninggal saat tidur. Padahal, menurut penyelidikan, banyak dari mereka yang justru meninggal pada siang hari.

Sebelum menjadi pembunuh, Shipman dikenal sebagai anak yang berbakti kepada ibunya, Vera. Sayang, sebelum ia beranjak dewasa, Vera didiagnosis menderita kanker paru-paru terminal.

Sepanjang perawatannya, Shipman melihat langsung efek paliatif dari obat penghilang rasa sakit yang digunakan untuk meringankan penderitaan ibunya, terutama morfin.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Taiwan Pamerkan Jet Tempur Tercanggih yang Pernah Ada

Vera meninggal di usia 43 tahun pada 21 Juni 1963. Shipman baru berusia 17 tahun pada saat itu.

Sedangkan aksi kejinya mulai terbongkar ketika dia secara diam-diam memberikan dosis diamorfin yang mematikan pada pasien rentan dan perempuan tua.

Untuk menutupi jejaknya selama berpuluh tahun, Shipman menulis kematian mereka akibat kondisi kesehatan yang buruk yang disebabkan oleh usia.


Informasi Anda Genggam


Loading...