Haji 2022: Kasus Batuk Pilek Meningkat pada Jemaah Indonesia di Tanah Suci

Amastya
Sabtu, 02 Juli 2022 | 05:33 WIB
Ilustrasi /pexels R24/tya Ilustrasi /pexels
Bea Cukai

RIAU24.COM - Kasus batuk pilek jemaah haji Indonesia di tanah suci meningkat jelang puncak ibadah haji 2022 yang tinggal menghitung hari.

Laporan ini disampaikan oleh dokter Tim Kesehatan dari embarkasi Batam (BTH 11) Raja Nilawati.

"Ada beberapa kasus yang memang lumayan meningkat di beberapa hari ya jelang puncak haji, yakni batuk pilek," kata Nila kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah dikutip dari laman haji.okezone.com.

Adanya peningkatan kasus kesehatan yang semakin meningkat, Jemaah haji Indonesia diminta fokus mempersiapkan fisik jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) mulai 9 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022.

Baca juga: Monyet Disini Gunakan Batu Sebagai Mainan Seks Masturbasi

Banyak keluhan soal batuk dan pileh dari jemaah haji Indonesia yang datang ke klinik kesehatan yang berada di sektor 2 Syisyah yang melayani setiap harinya rata-rata 100 jemaah.

"Karena mungkin suasana kelembaban udara di sini terlalu kering ya, menimbulkan kering tenggorokan gatal sehingga adanya batuk dan pilek," ungkap Nila.

Melihat kondisi tersebut, Nila meminta para jamaah haji Indonesia untuk tidak terlalu memforsir kegiatan di luar ruangan, mengingat cuaca di Arab Saudi rata-rata mencapai 40-46 derajat celcius. Selain itu, jamaah tetap diimbau untuk perbanyak minum air dan konsumsi multivitamin untuk menjaga kesehatan.

Ansor selaku Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah meminta seluruh jamaah haji untuk fokus mempersiapkan fisik tiga hari menjelang puncak haji.

"Jadi tiga hari jelang wukuf di Armuzna itu, kita fokuskan pada persiapan fisik," ujar Ansor.

Ansor menjelaskan tugas pembimbing ibadah selalu mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh jemaah agar tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunah terutama untuk beribadah ke Masjidil Haram.

Baca juga: REP-1, Kendaraan Dinas Rampasan Pertama Soekarno

Ia menuturkan jemaah haji bisa memanfaatkan mushola atau masjid di sekitar hotel untuk melaksanakan ibadah wajib maupun sunah agar tidak menguras fisik. Apalagi layanan bus shalawat akan berhenti operasi sementara mulai 5 Dzulhijjah.

"Jadi tetap kita sampaikan ke mereka, kesiapan yang fisik itulah yang utama untuk menghadapi puncak haji," katanya.

Lebih lanjut, Ansor menyebutkan dari sisi ibadah sudah dilakukan semaksimal mungkin dengan sesi bimbingan ibadah dan motivasi setiap hari terkait dengan pemahaman dan pengamalan dari pemahaman manasik haji.

"Kuncinya justru di kesehatan. Bagaimana mengatur asupan gizi dan sebagainya, saya kira di situ. Intinya kesehatan, dari sisi ibadah sudah," sambungnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...