Mengenal Tragedi Paiton 2003, Kecelakaan Maut yang Mengerikan

Hilda Sari Wardhani
Sabtu, 02 Juli 2022 | 13:09 WIB
Kecelakaan maut bus yang paling mengerikan terjadi pada tahun 2003 akibat tabrakan hingga kebakaran/net R24/hilda Kecelakaan maut bus yang paling mengerikan terjadi pada tahun 2003 akibat tabrakan hingga kebakaran/net
Bea Cukai

RIAU24.COM - Tahukah anda kecelakaan maut menggunakan transportasi darat telah terjadi di Situbondo pada tahun 2003. Kecelakan tersebut menjadi kecelakaan maut yang paling mengerikan dan memakan banyak korban tewas.

Kecelakaan ini terjadi di ruas jalan Situbondo, sebuah bus berisikan puluhan siswa SMK mengalami kebakaran hebat.

Baca juga: Perang Dimana-mana, Inilah Pengertian Hari Kiamat Manurut Islam dan Tanda Kedatangannya 

Kecelakaan bus itu dikenal dengan Tragedi Paiton. Fakta menegangkan, kecelakaan memakan banyaknya korban nyawa itu harus ditangani oleh rumah sakit dan diperbantukan menggunakan balok es untuk mengawetkan mayat korban kecelakaan sampai semua mayat berhasil teridentifikasi.

Kembali viral di sosial media karena salah satu akun Twitter @mwv_mystic membagikan kembali ulasan tentang tragedi Paiton dan berhasil mengumpulkan 19.200 retweets, 95.800 like dan 2.000 lebih komentar pada Jumat (1/7/2022).

Banyak yang penasaran dan kembali menjadi perbincangan, riau24.com akan merangkum beberapa fakta mengenai tragedi paiton 2003 lalu. Simak ya!


Sumber: Twitter

Menurut informasi, bus mengangkut 54 siswa dan guru dari SMK Yapemda 1 Sleman di Situbondo, Jawa Timur. Adapun tujuan awal melakukan perjalanan adalah untuk study tour sekolah. Pada saat kejadian, rombongan baru saja selesai dan hendak kembali menuju kota asal yakni Sleman.

Kota yang menjadi tujuan study tour SMK Yapemda pada saat itu adalah Bali. Perjalanan study tour menggunakan 3 bus dan selalu berjalan beriringan sebagai tanda bahwa ketiganya sedang membawa rombongan.

Saat kejadian

Ketiga bus awalnya berjalan beriringan selama perjalanan. Tetapi saat berada di sebuah tanjakan tikungan di Jalan Raya Surabaya-Banyuwangi, Situbondo ada sebuah truk kontainer yang tiba-tiba mendahului dan menggunakan jalur lain serta tidak mengindahkan marka jalan pembatas.

Sementara itu, ketiga bus beriringan itu juga menyalip kendaraan yang ada di depannya.

Bus 1 dan 3 berhasil masuk dan kembali ke jalur utama sedangkan bus 2 tidak berhasil menyalip dan dengan cepat ditabrak oleh kontainer yang keluar dari mark jalan tadi.

Bernasib naas, sebuah truk colt diesel dari belakang bus 2 juga dengan cepat menghantam belakang bus yang telah bertabrakan dengan truk kontainer.

Keadaan bus 2 saat itu benar-benar terjepit dan tak lama, api tiba-tiba menyala dan menghabiskan bagian depan bus.

Adanya 2 spekulasi penyebab api datang secara mendadak yakni, dikabarkan api dipicu oleh tangki bahan bakar milik truk yang pecah akibat tabrakan dan terpercik sekering listrik yang ada pada bus, Setelah itu ada yang mengatakan api berkobar karena adanya gesekan antara badan truk dan bus.

Korban sempat menyelamatkan diri

Saat api membesar diakibatkan oleh tangki bahan bakar bocor, seluruh siswa dalam bus masih sadar dan selamat. Semua orang ingin menyelamatkan diri dan panik berlarian ke arah belakang bus, yang mana bagian belakang belum dilahap oleh si jago merah.

Penumpang sambil berteriak minta tolong ketika api mulai membesar dan merambat ke bagian belakang bus.

Mereka pun mencoba berlari dan menggunakan pintu bagian belakang untuk keluar dari bus yang telah terbakar tersebut. Nihil, pintu belakang tidak dapat diakses karena sudah ringsek akibat truk yang menabrak.

Posisi bus yang terhimpit dan barang serta pakaian mereka membuat api semakin mendekat dan akhirnya membakar kursi dan juga pakaian yang mereka gunakan.

Korban jiwa

Keseluruhan penumpang pada bus yang terhimpit itu menjadi korban akibat kebakaran.

Tidak ada yang selamat kecuali supir dan kenek yang berhasil melarikan diri. 54 orang penumpang termasuk guru dan pemandu wisata terpanggang di dalam bus dalam kondisi hidup-hidup. Pada akhirnya seluruh badan bus terbakar dan para penumpang yang ada di dalamnya.

Keadaan darurat

Evakuasi berlangsung lama akibat semua jenazah berada di bagian belakang bus. Tim evakuasi berusaha untuk mengeluarkan korban yang hangus dan tidak dapat dikenali.

Beberapa korban pun sudah memiliki tubuh yang tidak utuh. Saat visum, rumah sakit Situbondo yang menjadi lokasi terdekat harus mengawetkan mayat menggunakan es agar tidak membusuk sebelum diidentifikasi. 40 dari 54 korban berhasil dikenali.

Tersangka dalam tragedi Paiton

Menurut utas yang dibagikan akun Twitter @mwv_mystic yang menjadi tersangka dalam tragedi kecelakaan maut ini adalah Sopir truk dan kernetnya. Keduanya telah menjadi tersangka dan diancam Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Selain itu, tersangka pun mengaku bahwa dirinya baru pertama kali mengemudikan truk di jalan besar. Sementara, kernetnya mengaku tertidur selama kejadian terjadi.

Selanjutnya Arwan yang merupakan supir bus berhasil menyelamatkan diri juga menjadi tersangka akibat dinilai tidak maksimal menolong penumpang.

Baca juga: Inilah 9 Bahan Alami Atasi Rambut Rontok, Berikut Cara dan Tipsnya

Keadaan jalan

Lokasi kejadian ini berada di dekat pintu PLTU Paiton. Nama tragedi Paiton pun diambil dari nama sekitar lokasi tersebut. Setelah itu, daerah Banyu Blugur dikenal dengan kawasan rawan kecelakaan karena memiliki kondisi jalan yang berbelok dan adanya tanjakan bersamaan dengan pembelokan tersebut. Jauh dari rumah penduduk, dengan kiri kanan merupakan bukit dan tanaman liar.

Demikian cerita dan fakta singkat Tragedi Paiton, merupakan kecelakaan maut yang mengenaskan pernah terjadi pada tahun 2003 lalu.*


Informasi Anda Genggam


Loading...