Jokowi Tandatangani Pakta Perdagangan Terbaru dengan UEA, Apa Saja Isinya?

Amastya
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:01 WIB
Jokowi saat pertemuan dengan UEA /Reuters R24/tya Jokowi saat pertemuan dengan UEA /Reuters
Bea Cukai

RIAU24.COM - Presiden Indonesia, Jokowi menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Emirat Arab pada Jumat (1 Juli), yang diyakini akan memperkuat hubungan ekonomi antara ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara Teluk penghasil minyak utama.

Kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Abu Dhabi, akan menghapus atau mengurangi secara tajam bea atas sebagian besar barang yang diperdagangkan antara negara-negara Muslim.

Kementerian ekonomi UEA mengatakan minyak sawit Indonesia, produk makanan, pakaian dan petrokimia Emirat, produk karet, plastik dan baja akan mendapat manfaat dari pengurangan atau penghapusan tarif.

“Kesepakatan itu mencakup bab tentang layanan, investasi, hak kekayaan intelektual dan saling pengakuan atas sertifikasi halal satu sama lain,” kata Zulkifli Hasan selaku kementerian perdagangan Indonesia.

Baca juga: Starbucks Menuduh Pejabat Tenaga Kerja Amerika Serikat Membantu Serikat Pekerja

Teks perjanjian tidak dirilis dan masih perlu diratifikasi oleh kedua negara, yang sebagian besar bersifat prosedural di UEA yang otokratis tetapi bisa memakan waktu berbulan-bulan di Indonesia yang demokratis.

Ekspor utama Indonesia ke UEA adalah minyak kelapa sawit, perhiasan dan logam mulia, sementara ekspor UEA ke Indonesia sebagian besar adalah gas minyak bumi dan minyak non-mentah, besi dan baja non-paduan, menurut Observatory of Economic Complexity.

UEA yang kaya minyak telah menjalin hubungan perdagangan yang lebih erat dengan Indonesia sebagai bagian dari ambisi untuk menggandakan ekonominya sendiri menjadi 816 miliar dolar pada akhir dekade ini, sebagian dengan menandatangani perjanjian perdagangan bebas.

UEA telah menandatangani kesepakatan serupa dengan India dan Israel tahun ini.

Baca juga: Jokowi Memuji Ekonomi Indonesia yang Semakin 'Kuat', Membuat Nama Indonesia Naik di Mata Internasional

Menteri Ekonomi Emirat Abdullah bin Touq mengatakan bahwa kesepakatan dengan Indonesia dapat meningkatkan perdagangan non-minyak bilateral menjadi 10 miliar dolar dalam lima tahun, naik dari sekitar 3 miliar dolar tahun lalu.

Menteri Perdagangan Indonesia, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Jakarta mengharapkan lebih banyak investasi UEA di Indonesia menyusul pakta tersebut, yang menurutnya akan meningkatkan ekspor ke Timur Tengah dan tempat lain.

UEA, negara berpenduduk sekitar 10 juta orang, adalah pusat perdagangan utama untuk Timur Tengah dan sebagian Afrika, Asia, dan Eropa.

UEA akan mendapat manfaat dari akses yang lebih besar ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 270 juta orang pada saat UEA mendiversifikasi hubungan perdagangannya dan berupaya menciptakan lapangan kerja bagi 1 juta warganya.

Menteri Negara Perdagangan Luar Negeri Emirat Thani Al Zeyoudi mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan pakta perdagangan akan menciptakan 55.000 pekerjaan dengan keterampilan tinggi di UEA pada tahun 2030.

"Ini akan menambah sekitar 4,6 miliar dolar ke PDB kita pada tahun 2030. Ini akan meningkatkan ekspor sebesar 3,2 miliar dolar dan meningkatkan impor sebesar 2,6 miliar dolar pada 2030," katanya dikutip dari Reuters.

UEA sedang dalam pembicaraan perdagangan bebas bilateral dengan setidaknya selusin negara lain, termasuk Australia dan Korea Selatan.

“Kami hampir selesai dengan Kolombia. Ini akan ditandatangani dalam beberapa minggu mendatang,” kata Al Zeyoudi, menambahkan bahwa kesepakatan di Turki dapat dicapai sebelum akhir tahun.


Informasi Anda Genggam


Loading...