Rekap Hasil Malaysia Open 2022, Viktor Hingga Apriyani Ukir Sejarah Baru di Badminton Dunia

Zuratul
Senin, 04 Juli 2022 | 09:23 WIB
Ganda Putri Indonesia Apriyani Rahayu/Fadia di Malaysia Open Buat Bangga Indonesia/PBSI R24/zura Ganda Putri Indonesia Apriyani Rahayu/Fadia di Malaysia Open Buat Bangga Indonesia/PBSI
Bea Cukai

RIAU24.COM - Turnamen BWF World Tour Super 750, Malaysia Open 2022, berakhir pada Minggu (3/7/2022).

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil naik podium juara Malaysia Open 2022.

Baca juga: Jadwal Semifinal Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Vs Myanmar dan Thailand Vs Vietnam

Peraih medali emas SEA Games 2021 itu menjadi juara setelah menumbangkan ganda putri China, Zhang Shu Xian/Zheg Yu.

Adapun finalis dari Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, harus puas menjadi runner up ganda putra Malaysia Open 2022.

Dari sektor tunggal putra, Viktor Axelsen terus menunjukkan dominasinya. Viktor Axelsen kali ini sukses membungkam tunggal putra terbaik Jepang pengoleksi dua gelar juara dunia, Kento Momota.

Tidak tanggung-tanggung, Axelsen hanya memberi Kento Momota 11 poin pada laga final yang berlangsung 34 menit.

Duel Axelsen vs Momota menjadi laga final Malaysia Open 2022 yang paling cepat berakhir dibandingkan empat pertandingan lainnya.

Kemenangan atas Kento Momota sangat bersejarah bagi Viktor Axelsen. Sebab, Malaysia Open 2022 menjadi gelar Super 750 pertama bagi Axelsen yang kini berusia 28 tahun.

Baca juga: Ikon MU dan Wales, Ryan Giggs Terlibat Skandal dengan Mantan Pacarnya, Dituntut 5 Tahun Penjara

Fakta di atas bukan menjadi satu-satunya sejarah yang lahir dari final Malaysia Open 2022.

Terdapat banyak sejarah lain dan beberapa fakta menarik dari rangkaian laga final yang dihelat di Axiata Arena tersebut. Dilansir dari  kompas.com, berikut adalah rekap Malaysia Open 2022:

Banjir Sejarah Baru

Banyak sejarah yang lahir dari final Malaysia Open 2022. Sejarah yang pertama diukir oleh ganda campuran asal China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong.

Pada final Malaysia Open 2022, Zheng/Huang sukses menumbangkan juara dunia asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Zheng/Huang selaku unggulan kedua berhasil mengalahkan pasangan Thailand dua gim langsung atau via straight game dalam kurun waktu 35 menit.

Kemenangan atas Dechaphol/Sapsiree membuat Zheng/Huang sukses mempertahankan gelar juara Malaysia Open untuk kedua kalinya (2018, 2019, 2022).

Keberhasilan meraih gelar Malaysia Open 2022 sekaligus mengantar Zheng/Huang mengukir sejarah.

Dikutip dari okezone.com, Zheng/Huang kini tercatat sebagai pasangan pertama yang berhasil menjuarai turnamen BWF World Tour empat kali secara beruntun.

Sebelum meraih titel Malaysia Open 2022, Zheng/Huang terlebih dahulu sukses naik podium juara Thailan Open 2022, Indonesia Masters 2022, dan Indonesia Open 2022.

Sejarah lain yang tercipta dari final Malaysia Open 2022 tercatat atas nama Apriyani/Fadia.

Sejak debut di SEA Games 2021, tren performa Apriyani/Fadia terus melesat.

Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, Apriyani/Fadia sukses meraih medali emas SEA Games 2022, menjadi runner up Indonesia Masters 2022, dan meraih gelar Malaysia Open 2022.

Perjalanan Apriyani/Fadia hingga berhasil naik podium juara Malaysia Open 2022 terbilang fantastis.

Dikutip dari @PBSI, Apriyani/Fadia sukses mengalahkan beberapa pemain top dunia seperti kampiun All England Open 2022, Nami Matsuyama/Chiharu Sida (Jepang), hingga tunggal putri nomor satu dunia, Chen Qing Cheng/Jia Yi Fan (China).

Berkat Apriyani/Fadia, penantian panjang 55 tahun publik Tanah Air untuk melihat lagi ganda putri Indonesia naik podium juara Malaysia Open akhirnya terhenti.

Kali terakhir ada ganda putri Merah Putih yang mampu menjuarai Malaysia Open adalah Retno Koestijah/Minarni pada edisi 1967.

Tinta emas yang ditulis Apriyani/Fadia kali ini sama seperti milik Axelsen, yakni meraih gelar BWF World Tour Super 750 pertama dalam karier.

Bedanya, Apriyani/Fadia hanya membutuhkan waktu kurang dari dua bulan dari tiga turnamen untuk meraih gelar Super 750 sejak debut di BWF World Tour pada Juni 2022.

Di sisi lain, Axelsen harus menunggu selama empat tahun sejak format BWF World Tour diperkenalkan pada 2018.


Informasi Anda Genggam


Loading...