Polisi Tangkap Ulama India, yang Minta Penggal Kepala Politikus BJP Nupur Sharma Karna Hina Muhammad

Zuratul
Rabu, 06 Juli 2022 | 13:47 WIB
ilustrasi/twitter R24/zura ilustrasi/twitter
Bea Cukai

RIAU24.COM Polisi menangkap ulama masjid Ajmer Dargah negara bagian Rajasthan India, Salmah Chishti, yang meminta penggal kepala politikus penghina Nabi Muhammad, Nupur Sharma.

Sebelumnya, mantan juru bicara Partai Bharaya Janata (BJP) mengundang kemarahan muslim India dan sejumlah negara Islam dunia, karena dinilai menghina Nabi Muhammad dalam acara debat di salah satu televisi India.

Baca juga: Fakta Dibalik Tewasnya Remaja 17 Tahun, Korban Pengeroyokkan Geng Tawuran di Bekasi

Pihak Kepolisian menangkap salah satu pengurus Dargah itu pada Selasa (5/7) malam waktu setempat setelah memeriksa pernyataan Chishti yang bernada hasutan melalui rekaman video.

Dalam video yang sempat beredar di media sosial itu, Chishti menyatakan akan memberikan rumahnya untuk mereka yang bisa membawa kepala Sharma kepadanya.

Terdengar pula bahwa Chishti akan menembak mati Sharma karena menghina Nabi Muhammad.

Menurut keterangan polisi, Chishti mengaku tengah mabuk saat merekam video tersebut.

Baca juga: Kronologi Ibu-ibu Mercy Ketahuan Nyuri Cokelat, Bawa Pengacara Tuntut Maaf dari Karyawan Alfamart

"Dia ditangkap di rumahnya dan sedang diinterogasi. Dia jadi penyebar ujaran kebencian," kata kepala polisi Ajmer, Vikas Sangwan, kepada kantor berita India ANI, dilansir dari The Indian Express.

Dewan Ajmer Dargah, Zainul Abedin, kemudian mengutuk pernyataan dalam video tersebut. Ia menegaskan tempat suci itu merupakan bagian dari kerukunan komunal.

Abedin juga menyatakan bahwa pandangan yang dilontarkan Chishti dalam video itu tak bisa dianggap sebagai pesan dari Dargah.

Polisi juga sebelumnya menangkap empat orang yang diduga terkait dengan ucapan provokatif di depan pintu utama masjid Ajmer Dargah pada 17 Juni lalu.

Kisruh kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh Sharma berbuntut insiden berdarah di Kota Udaipur.

Dua pria muslim India, Mohammad Riyaz dan Ghouse Mohammad, memenggal penjahit India beragama Hindu, Kanhaiya Lal, di pasar kota tersebut.

Lal dianggap mendukung Sharma yang menghina Nabi Muhammad beberapa waktu lalu.

Aksi itu pun memantik kemarahan warga Hindu di Kota Udaipur sehingga pemerintah kota melakukan lockdown atau pembatasan wilayah seperti pemberlakuan jam malam.


Informasi Anda Genggam


Loading...