Kader PDIP Ini Sebut Militer Bukan Satu-satunya Kekuatan Pertahanan Indonesia

Azhar
Rabu, 06 Juli 2022 | 23:24 WIB
Divisi 3 Kostrad. Sumber: Internet R24/azhar Divisi 3 Kostrad. Sumber: Internet
Bea Cukai

RIAU24.COM - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebutkan jika kekuatan pertahanan bukan milik militer semata.

Aspek pertahanan menurutnya meliputi ilmu pengetahuan dan teknologi dikutip dari liputan6.com, Rabu, 6 Juli 2022.

"Kepemimpinan Indonesia bagi dunia memerlukan keunggulan kekuatan pertahanan negara, bukan hanya aspek militer semata, namun bagaimana penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan industri pertahanan," sebutnya.

Baca juga: Apa yang Harus Prabowo Lakukan Agar Menang Nyapres 2024?

Tambahnya, membangun pertahanan bisa dengan cara pandang geopolitik melalui aspek demografi, teritorial, politik, sumber daya alam, koeksistensi damai dan penguasaan sains teknologi.

"Dan membangun kekuatan pertahanan atas cara pandang geopolitik dapat dilakukan dengan menjadikan aspek demografi, teritorial, politik," sebutnya.

"Serta sumber daya alam, koeksistensi damai dan penguasaan sains dan teknologi untuk didaya gunakan sebagai instrument of national power bagi kepentingan nasional Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Prabowo Sebut Ojo Kesusu Saat Ditanya Soal Pencapresan Gerindra-PKB

Semua menurutnya saling berperan. Perguruan Tinggi atau Lembaga Penelitian Pengembangan (Litbang) sebagal jembatan penghubung antara pengguna dan industri.

Pemerintah yang akan menentukan visi, strategi, roadmap, dan membangun ekosistem dan klasterisasi Litbang dan Industri Pertahanan, menjalankan dan mengawasinya.


Militer Politik
Informasi Anda Genggam


Loading...