Menu

Mengenal Tetsuya Yamagami, Tersangka yang Menembak Mantan PM Jepang Shinzo Abe

Amastya 10 Jul 2022, 04:37
Tetsuya Yamagami, tersangka penembak mantan PM Jepang, Shinzo Abe /AP
Tetsuya Yamagami, tersangka penembak mantan PM Jepang, Shinzo Abe /AP

RIAU24.COM Tersangka pembunuh Shinzo Abe telah mengakui menargetkan politisi dan mengklaim dia memiliki dendam terhadap kelompok yang dia yakini berafiliasi dengan Abe. Demikian menurut laporan polisi yang dirilis pada Jumat.

Petugas polisi senior sesuai laporan AFP telah menyebut tersangka sebagai pria pengangguran berusia 41 tahun bernama Tetsuya Yamagami, yang ditahan di tempat kejadian pembunuhan.

Mantan Perdana Menteri Jepang dibunuh saat menyampaikan pidato saat ia berkampanye untuk pemilihan mendatang atas nama LDP (Partai Demokrat Liberal) di wilayah barat Nara.

Jepang memiliki batasan senjata yang kuat yang membuat mendapatkan pistol menjadi sangat sulit, yang bisa menjadi alasan mengapa si pembunuh memilih untuk menggunakan senjata buatan tangan.

"Itu pernyataan tersangka, dan kami telah menentukan bahwa (pistol) itu jelas-jelas buatan tangan, meskipun analisis kami saat ini sedang berlangsung," kata seorang petugas kepada wartawan.

Sebuah foto Yamagami di situs itu menunjukkan dia memegang perangkat hitam berbentuk kotak yang cukup besar dengan apa yang tampak seperti dua barel.

Polisi menolak memberikan informasi tentang organisasi tertentu yang dirujuk tersangka, dengan alasan penyelidikan yang sedang berlangsung. Namun, beberapa situs media Jepang mengidentifikasinya sebagai organisasi keagamaan.

Setelah pukul 5, petugas mulai menggeledah kediaman tersangka dan menyita beberapa barang mirip senjata buatan tangan.

Tersangka, yang berbicara kepada polisi dengan cara yang sebenarnya, mengaku telah berada di Pasukan Bela Diri Maritim Angkatan Laut Jepang selama tiga tahun, mulai tahun 2002, meskipun hal-hal spesifik ini masih diselidiki.

Menurut NHK, setelah ditangkap, dia diduga memberi tahu polisi bahwa dia frustrasi dengan mantan perdana menteri dan menargetkan Abe dengan niat membunuhnya.

Petugas mengklaim bahwa Yamagami juga mengakui kepada mereka bahwa dia telah membaca tentang kunjungan Abe secara online.

Mereka lebih lanjut menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki setiap kerentanan keamanan pada acara kampanye di mana insiden itu terjadi pada Jumat pagi.

"Kami akan mengambil tindakan yang tepat jika masalah ditemukan," pungkas petugas.***