Menu

Trimedya Panjaitan Kritik Kasus Brigadir J: Keliatan Ya Akal Sehat Kita Dibalikkan!

Zuratul 17 Jul 2022, 11:33
Potret Trimedya Panjaitan Komisi III DPR-RI/detik.com
Potret Trimedya Panjaitan Komisi III DPR-RI/detik.com

“Paling tidak Pers boleh masuk. Ada engga bekas tembak-tembakan itu disekitar rumahnya? Dinding atau di tangga, darah, kan engga pernah ada ditampilkan,” kata Trimedya.

Politikus PDIP itu menyebut tak mungkin terjadi insiden baku tembak tanpa meninggalkan bekas, seperti darah, kaca pecah, atau lainnya. Untuk itu, kata Trimedya, polisi perlu menunjukkan bukti-bukti itu kepada masyarakat luas.

"Saya tahun 91 sudah jadi pengacara. Enggak pernah tuh saya melihat ada konferensi pers barang bukti enngak ditunjukan. Itu enggak ditunjukkan barang buktinya, itu selongsong seperti apa? Jenis senjata seperti apa?" ujarnya.

Atas beberapa kejanggalan itu, Trimedya mengaku memberikan tiga usulan kepada Listyo lewat aplikasi pesan WhatsApp yaitu untuk membentuk tim khusus; menarik berkas ke ke Markas Besar (Mabes) Polri karena sudah termasuk isu nasional; dan menonaktifkan Freddy Samdo.

Mabes Polri menyatakan Brigadir J tewas usai baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Jumat 8 Juli lalu. Brigadir J bertugas sebagai sopir istri Sambo.

Polisi menyebut Brigadir J masuk kamar dan melakukan pelecehan seksual ke istri sang jenderal. Ia mendapat tujuh luka akibat tembakan Bharada E di tubuhnya.

Halaman: 123Lihat Semua