Menu

Haji 2022: 14 Jemaah Indonesia Positif Covid 19 Setelah Pulang dari Arab Saudi

Amastya 20 Jul 2022, 09:00
Ilustrasi 14 jemaah haji Indonesia positif Covid 19 setelah pulang dari Arab Saudi /pixabay
Ilustrasi 14 jemaah haji Indonesia positif Covid 19 setelah pulang dari Arab Saudi /pixabay

RIAU24.COM - Laporan terbaru mengenai jemaah haji Indonesia yang tiba di tanah air terinfeksi Covid 19. Sebanyak 14 Jemaah yang terinfeksi Covid 19 setelah pulang dari Arab Saudi.

Pihak berwenang selalu mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk selalu menjaga protokol kesehatan dan stamina fisik jelang kepulangan ke tanah air.

"Kami mendapatkan laporan bahwa di embarkasi Surabaya diberlakukan satu skrining bagi jemaah yang kembali ke tanah air, dan didapati informasi ada sekitar 14 jemaah yang terindikasi positif Covid-19," kata Hilman Latief  selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama di Makkah, Selasa (19/8/2022).

Menananggapi laporan tersebut, PPIH Arab Saudi terus melakukan sosialisasi dan imbauan mengenai prokes kepada seluruh jemaah haji Indonesia, baik bagi jemaah yang akan pulang ke tanah air dan jemaah yang ke Madinah.

"Sosialisasi penguatan penyadaran kepada seluruh jamaah bahwa kehati-hatian perlu dilaksanakan," kata Hilman.

Kemudian, Hilman menyebutkan, sebagian jemaah dan petugas haji terserang flu berat setelah puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna. Namun, kondisi mereka dapat membaik setelah diberi obat dan vitamin yang disediakan oleh nakes.

"Jemaah haji bahkan petugas juga mengalami flu ataupun flu berat. Ada greges-greges. Itu hampir dialami semua orang, baik jamaah maupun petugas dan alhamdulillah tidak berlangsung lama," ujarnya.

Hilman terus mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, dalam mencegah penularan infeksi Covid 19 dan penyakit menular lainnya. Prokes yang diutamakan yakni memakai masker selama menunaikan ibadah di Masjidil Haram.

Lebih lanjut ia mengingatkan kepada jemaah dan petugas haji untuk makan tepat waktu agar ketahanan tubuh dapat meningkat terhadap serangan penyakit.

"Itu bukan hanya menghindarkan kita dari Covid 19 tetapi juga sebetulnya untuk melindungi diri kita dari debu dan lainnya. Jadi sebetulnya sebagaimana informasi dari dokter nakes, penggunaan masker itu juga agar pernapasan kita lebih terjaga, lebih tersaring," katanya.

Lebih lagi Hilman mengimbau petugas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mengingatkan jemaah dalam mengatur kegiatan ibadah agar tidak kecapekan.

"KBIHU agar dapat mengatur kapan waktu tepat beribadah, tidak terlalu capek, tidak terlalu panas, dan lainnya. Ini langkah-langkah yang terus kita sosialisasikan melalui kloter atau Kasektor di beberapa wilayah," pungkasnya.

Sebagai tambahan, sebanyak 9.551 jemaah haji yang tiba di Indonesia telah dilakukan screening Covid 19. Setelah diperiksa, sebanyak 14 jemaah haji dinyatakan positif Covid 19 setelah melalui pemeriksaan antigen dan di konfirmasi melalui RT-PCR. Dengan rincian sebanyak 13 jemaah asal embarkasi Surabaya dan satu jemaah asal embarkasi Solo.

Budi Sylvana selaku Kepala Pusat Kesehatan Haji menyatakan bahwa screening merupakan bentuk kewaspadaan dan pengendalian terhadap penularan Covid 19 di Indonesia.

Budi menambahkan, pemeriksaan Covid 19 bagi jemaah haji dilakukan di asrama haji Debarkasi, melalui test antigen. Jika ditemui jemaah dengan hasil test antigen reaktif, langsung dikonfirmasi dengan RT PCR.

“Bagi jemaah yang dinyatakan positif, dilakukan isolasi mandiri di rumah, namun tetap dilakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari," pungkasnya.

(***)