Yamagami Pembunuh Shinzo Abe Jalani Pemeriksaan Mental,Sementara Penyelidikan di Stop

Zuratul
Senin, 25 Juli 2022 | 09:52 WIB
Potret Penangkapan Pembunuh Shinzo Abe, Tetsuya Yamagami/cnn R24/zura Potret Penangkapan Pembunuh Shinzo Abe, Tetsuya Yamagami/cnn

RIAU24.COM - Pria yang membunuh mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, bernama Tetsuya Yamagami akan menjalani pemeriksaan kondisi mental pada waktu insiden terjadi.

Yamagami yang berumur 41 tahun itu, menembak Abe dari belakang saat menjalani kampanye pada 8 Juli di depan Stasiun Nara.

Baca juga: Ukraina ‘Melunjak’ Terhadap Rusia, Klaim Diterima Seluruh Anggota NATO

Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dinyatakan meninggal dunai setelah dilarikan kerumah sakit. Jepang akan menggelar pemakaman kenegaraan Shinzo Abe 27 September ini.

Yamagami sudah ditahan dan dilaporkan menargetkan Abe karena dia percaya mantan pemimpin Jepang itu terkait Gereja Unifikasi.

Media Jepang, Ashahi Shimbun, seperti diberitakan AFP, menjelaskan, Pengadilan Distrik Nara menyetujui permintaan kantor kejaksaan setempat pada Jumat (23/7) untuk melakukan pemeriksaan psikiatri Yamagami.

Pemeriksaan itu diharapkan selesai pada akhir November. Selama pemeriksaan, penyidikan Yamagami dihentikan.

Jaksa nantinya akan menentukan apakah Yamagami dapat menanggung konsekuensi pidana berdasarkan pemeriksaan itu, sebelum membuat keputusan apakah akan melakukan dakwaan.

Abe adalah politisi paling terkenal di Jepang, dia mempertahankan posisinya itu dalam kehidupan publik setelah mengundurkan diri pada 2020 karena alasan kesehatan.

Baca juga: Tragis, Remaja 16 Tahun Tewas di Dekat Halte Bus di Yerusalem

Seperti dikutip dari CNN, Shinzo Abe ditembak menggunakan senjata rakitan. Pihak kepolisian mengungkap Abe ditembak tiga kali dari belakang, di mana peluru tersebut ,menembus leher dan dadanya.

Yamagami telah mengaku kepada pihak kepolisian bahwa pada awalnya dia berencana membunuh Abe menggunakan bahan peledak.

(***)


Informasi Anda Genggam


Loading...