WHO: Tercatat 18 Ribu Kasus Cacar Monyet Secara Global di 78 Negara, Mayoritas di Eropa

Zuratul
Kamis, 28 Juli 2022 | 12:01 WIB
Potret Salah Satu Masyarakat di Afrika yang Terjangkit Wabah Cacar Monyet/indiatvnews R24/zura Potret Salah Satu Masyarakat di Afrika yang Terjangkit Wabah Cacar Monyet/indiatvnews

RIAU24.COM - Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini tercatat lebih dari 18 ribu kasus cacar monyet terkonfirmasi.

Laporan secara global, terkonfirmasi sekitar 78 negara terjangkit penyebaran virus cacar monyet, dengan mayoritas di negara Eropa.

Baca juga: Sertifikat Kematian Ratu Elizabeth II Diterbitkan, Ungkap Penyebab dan Waktu Meninggal

WHO mengatakan sejaih ini, 98 persen kasus diluar nnegara-negara Afrika, dimana virus itu merupakan endemik telah dilaporkan berasal dari pria yang berhubungan seks dengan pria, Rabu (27/7).

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak kelompok pria sesama jenis untuk mempertimbangkan mengurangi jumlah pasangan seksual dan memiimalisasi kontak dengan pasangan baru.

“Ini adalah wabah yang dapat dihentikan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengurangi resiko paparan.” Ujarnya dalam Konferensi Pers di Jenewa, dikutip dari okezone.

“Itu berarti membuat pilihan yang aman untuk diri sendir dan orang lain,” lanjutnya.

WHO telah menyatakan bahwa kasus cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Badan bagian dari PBB tersebut, merekomendasikan vaksinasi untuk kelompok beresiko tinggi, termasuk pria yang berhubungan seks dengan pria dengan banyak pasangan seksual dan petugas kesehatan.

WHO juga memperingtakan bahwa perlu beberapa minggu setelah mendapatkan dosis kedua vaksin utuk sepenuhnya terlindungi.

Baca juga: Agensi BTS Akan Ambil Tindakan Hukum Bagi Oknum yang Sebarkan Rumor Tidak Benar

Sekitar 10 persen pasien telah dirawat di rumah sakit selama wabah saat ini, lima orang telah dinyatakan meninggal, semuanya di Afrika.

Tedros menyampikan, ada sekitar 16 juta dosis vaksin yang telah disetujui dan tersedia, tetapi hanya dalam jumlah besar, sehingga akan memakan waktu beberapa bulan untuk memasukkannya kedalam botol.

(***)


Informasi Anda Genggam


Loading...