3 Peristiwa Penting Dunia yang Terjadi Pada 3 Agustus, Satunya Kasus Korupsi Soeharto

Zuratul
Rabu, 03 Agustus 2022 | 13:54 WIB
Potret Presiden Kedua RI Soeharto/harapanrakyat R24/zura Potret Presiden Kedua RI Soeharto/harapanrakyat

RIAU24.COM - Begitu banyak peristiwa penting dan bersejarah yang sudah sewajarnya dikenang dari tahun ke tahun. 
Begitu juga dengan kejadian yang terjadi pada tanggal 3 Agustus

Berdasarakan dari berbagai sumber, berikut ini Riau24 rangkum 3 peristiwa penting pada tanggal 3 Agustus:

Baca juga: Kamu Suka Mendapatkan Pusat Perhatian? Cek Zodiak Berikut Ini

1. Meletusnya Gunung Asama di Jepang


Potret Saat Meletusnya Gunung Asama Jepang.cnnindonesia

Sejarah kelam dialami Jepang pada tahun 1783 tepatnya pada 3 Agustus saat Gunung Asama meletus. Tercatat ada 35.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut. 

Gunung Asama merupakan gunung api aktif yang terletak sekitar 145 KM barat laut dari pusat kota Tokyo. Gunung ini adalah salah satu dari 108 gunung api yang ada di Jepang.

Gunung ini bertipe strato dan memiliki catatan letusan yang panjang. Letusan terakhir terjadi tanggal 2 Februari 2009 yang menyebabkan hujan abu di sebagian Metropolitan Tokyo.

2. Indonesia-Belanda Lakukan Gencatan Senjata 


Potret Agresi Militer Indonesia-Belanda Tahun 1949/grid.id

Tanggal 3 Agustus 1949 terjadi perang kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan Perjanjian Roem-Roijen, pukul 22.00 gencatan senjata diperintahkan untuk pasukan Indonesia (TNI) oleh Jenderal Soedirman.

Hal ini dilakukan untuk menghentikan baku tembak dengan tentara Belanda yang saat itu bernama KNIL. 

Baca juga: Kuasa Hukum Lesti Kejora, Beberkan Kondisi Terkini Pasca isu KDRT Terduga Rizky Billar 

3. Soeharto Jadi Tersangka Dugaan Korupsi 


Potret Presiden ke 2 Indonesia Bapak Seoharto/grid.id

Tanggal 3 Agustus tepatnya tahun 2000 menjadi catatan sejarah saat Presiden Republik Indonesia (RI) ke-2 ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penggunaan uang negara oleh 7 buah yayasan yang diketuainya.

Adapun 7 yayasan itu yakni Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais),Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, dan Yayasan Trikora.

Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995, dikutip dari kompas. 

Keppres ini mengimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri.

Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. 

Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.

(***)


Informasi Anda Genggam


Loading...