Begini Jengkelnya Bung Karno Ketik Diculik Saat Makan Sahur

Azhar
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:38 WIB
Presiden pertama RI Soekarno. Sumber: Internet R24/azhar Presiden pertama RI Soekarno. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Bung Karno mengaku jengkel ketika dirinya diculik oleh sejumlah pemuda sebelum membacakan Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Kejengkelannya itu beralasan karena dia dan Fatmawati sedang makan sahur (puasa Ramadan) dikutip dari sindonews.com.

Tak hanya itu, istrinya, Fatmawati juga belum lama melahirkan Guntur Soekarnoputra.

Bung Karno tidak ingin meninggalkan istri dan anak pertamanya yang masih bayi. Keduanya dibawa serta masuk ke dalam mobil.

Baca juga: PDIP Minta Jokowi Tolak Ajakan Jadi Wapres di 2024

Alhasil, Keduanya dibawa serta masuk ke dalam mobil pada 16 Agustus 1945 itu.

Bung Karno sebenarnya jengkel dengan sikap para pemuda, namun tidak diungkapkannya. Di kemudian hari, kepada Ktut Tantri, Bung Karno menceritakan kejengkelannya tersebut.

"Pemuda itu bisa saya tampar, kalau saya mau. Mereka itu anak-anak teman saya, dan saya sudah kenal mereka sejak kecil," ujar Bung Karno.

Di saat yang sama, sebuah mobil Ford lain juga mendatangi rumah Bung Hatta. Saat dijemput dan kemudian dibawa pergi, Bung Hatta juga sedang makan sahur.

Saat menjemput Bung Karno dan Bung Hatta, para penculik hanya beralasan Jakarta sedang tidak aman, sehingga harus ditinggalkan. Alhasil, proses penculikan berlangsung cepat.

Kedua mobil Ford melaju di atas jalan Jatinegara meninggalkan Kota Jakarta. Perjalanan sempat tersendat saat hendak melalui pos penjagaan militer Jepang dekat penjara Cipinang.

Agar tentara Jepang tidak curiga, para pemuda mengganti kendaraan dengan mobil panser terbuka. Setelah itu semua berjalan sesuai rencana. Dua jam kemudian rombongan sampai di Rengasdengklok.

Pemuda langsung mengembalikan mobil panser terbuka ke Jakarta sembari memberitahu jaringan Jakarta, bahwa rombongan sudah tiba di Rengasdengklok dengan selamat.

Setelah sampai oleh pemuda Bung Karno dan Bung Hatta ditempatkan di ruang tunggu.

Di ruang tunggu itu, pemuda Singgih bertanya kepada Bung Karno, apakah bersedia mengumumkan kemerdekaan tanpa melibatkan Jepang?

 Soekarno dan Hatta kala itu menyatakan bahwa mereka tetap berpegang pada rencana mereka sendiri, yaitu suatu proklamasi kemerdekaan melalui komisi persiapan kemerdekaan.

Soekarno juga mengatakan tanggal 16 bukan waktu yang cocok untuk mengumumkan proklamasi.

Baca juga: Mahfud MD Komentari Omongan AHY Soal Intervensi Negara dalam Kasus Lukas Enembe

Sebaiknya kemerdekaan diumumkan pada hari Jumat, tanggal 17 yang kebetulan dalam penanggalan Jawa, Jumat Legi.

Sekitar tengah malam rombongan dikembalikan dan tiba di Jakarta. Fatmawati dan Guntur diantar pulang ke rumah dan yang lain langsung menuju rumah Laksamana Maeda.

Besoknya pada 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan RI, di Jalan Pegangsaan Timur, 56, Jakarta.


Informasi Anda Genggam


Loading...