Menu

Pada Hari Kemerdekaan Ukraina, PBB Desak Diakhirinya Perang Tidak Masuk Akal

Devi 25 Aug 2022, 08:08
Seorang penduduk setempat melihat sebuah bangunan yang rusak selama pertempuran sengit di daerah yang dikendalikan oleh pasukan separatis yang didukung Rusia di Mariupol [File: Alexei Alexandrov/AP Photo]
Seorang penduduk setempat melihat sebuah bangunan yang rusak selama pertempuran sengit di daerah yang dikendalikan oleh pasukan separatis yang didukung Rusia di Mariupol [File: Alexei Alexandrov/AP Photo]

“Meskipun terguncang, sistem kesehatan belum runtuh,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. WHO memverifikasi bahwa telah terjadi 473 serangan terhadap fasilitas dan layanan kesehatan Ukraina dalam enam bulan terakhir, yang mengakibatkan sedikitnya 98 kematian dan 134 luka-luka.

Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Henri Kluge mengatakan “serangan terhadap perawatan kesehatan tidak masuk akal,” serta pelanggaran hukum humaniter internasional.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga berbicara kepada dewan melalui tautan video. Dewan beranggotakan 15 orang memilih 13 banding satu untuk mendukung intervensi Zelenskyy, dengan hanya China yang abstain. “Sekarang dunia dapat melihat seberapa besar ketergantungan kita pada kemerdekaan kita,” kata presiden Ukraina.

Dia juga menuduh Rusia, yang memegang hak veto sebagai salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan, melakukan “pemerasan nuklir”, memprovokasi “kelaparan buatan” dan “memaksakan kemiskinan energi”.

“Rusia harus melepaskan wilayah Ukraina yang direbut,” kata Zelenskyy. “Itu harus mundur dari tanah kami [dan] dari laut kami.”

Halaman: 23Lihat Semua