Sudah Tau Belum? Harga Telur Masih Mahal di Pasar, Zulkfli Hasan: Ngga Seberapa Kok Jangan Direbutkan

Zuratul
Kamis, 25 Agustus 2022 | 12:08 WIB
Potret Menteri Perdagangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan saat Lakukan Sidak ke Berbagai Pasar di Ibu Kota (Liputan6.com) R24/zura Potret Menteri Perdagangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan saat Lakukan Sidak ke Berbagai Pasar di Ibu Kota (Liputan6.com)

RIAU24.COM - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan enggan menanggapi soal harga telur yang melonjak. Ia meminta pada wartawan agar tidak meributkan harga telur yang dikeluhkan peternak maupun konsumen.

Saat ini harga telur pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat harga rata-rata nasional telur hari mencapai Rp 31.300 per kilogram masih Rp 30.850 per kilogram dikutip dari instagram @viralno1 Kamis (25/8/2022).

Baca juga: Ibu Kandung Dewi Persik Hadir di Polres, Ingin Mengetahui Pelaku Penghina Anaknya

"Oh itu (kenaikannya) nggak seberapa kok. Jangan diributkan, ya," ujar Zulkifli Hasan sambil menghindari wartawan usai acara Road to Jakarta Muslim Fashion Week di Auditorium Kementerian Perdagangan. 

"Tentu ini siklus saja, akhir September sudah di bawah Rp 30 ribu lagi. Tapi waktu saya duduk pertama jadi menteri perdagangan itu harga ayam mencapai Rp 32 ribu lalu turun sampai RP 26 ribu," ujar Mendag Zulhas usai rapat dengan Komisi VI DPR RI.

"Harga turun jauh sekali menjadi Rp 26 ribu buat beberapa pengusaha ini tidak rugi memang tapi ini tidak layak. Makanya beberapa ini pengusaha besar juga melakukan afkir dini," ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food, Frans Marganda Tambunan berpendapat bahwa berlebihnya pasokan telur berlebih tentu akan berdampak pada penurunan harga.

"Kalau oversupply kan impact ke penurunan harga. Jadi harus dicek lagi karena jika oversupply pasti harga turun," ujar Frans di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut dia, kenaikan harga telur saat ini menurutnya bukan demi keuntungan berlebih para peternak, melainkan untuk menutupi kerugian sebelumnya.

Baca juga: Kopilot Helikopter Polri Yang Jatuh di Perairan Bangka Belitung Akhirnya Ditemukan

Karena harganya yang terlalu rendah, maka peternak memutuskan melakukan afkir dini dengan memotong ayam petelu. Ini dilakukan agar mengurangi produksi indukan agar tidak bertelur dan menjadi bibit ayam.

Di saat yang sama, Mendag menilai distribusi telur dalam skala besar untuk program bansos juga menyebabkan permintaan telur ayam meningkat di pasaran. Kondisi tersebut ikut berdampak pada kenaikan harga.

(***)(rsm/mg)


Informasi Anda Genggam


Loading...