Fakta Menarik Rekonstruksi Ferdy Sambo Pembunuhan Berencana Brigadir Yoshua yang Kuras Emosi

Zuratul
Kamis, 01 September 2022 | 08:41 WIB
Potret Mesra Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Saat Rekonstruksi Ulang Terjadi (Kumparan) R24/zura Potret Mesra Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Saat Rekonstruksi Ulang Terjadi (Kumparan)

RIAU24.COM - Selama satu hari kemarin tepatnya Selasa (30/8) publik disuguhkan dengan rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yoshua. Momen ini menguras emosi masyarakat. 

Ada begitu banyak hal yang terjadi selama proses rekonstuksi pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat dengan tersangka utama Irjen Ferdy Sambo. Proses Rekonstruksi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di jalan Saguling Kompleks Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Baca juga: TNI Gelar Simulasi Jika Terjadi Gempa Super Kuat di Lombok Tengah

Mengutip akun instgram @detikinet, berikut 5 fakta menarik seputar rekonstruksi Saguling Duren Tiga: 

1. Putri Candrawathi Tidak Menggunakan Baju Tahanan

Rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat atai Brigadir J dimulai pukul 10.00 wib. Rekonstruksi ini diawali dari rekonstruksi ulang yang terjadi di Magelang. 

"PC gak pakai baju tahanan? Apakah karena orang kaya?," ucap menizen. 

Mengutip dari KompasTv, alasan kenapa PC tidak menggunakan baju tahanan seperti yang lainnya, dikarenakan PC masih belum ditetapkan sebagai tahanan dan masih dipertimbangkan walaupun sudah sah dinyatakan sebagai tersangka. 

2. Pengacara Brigadir J Tak Boleh Hadir 

Kamaruddin Simanjuntak dan tim tidak diperbolehkan melihat rekonstruksi. Kamaruddin kecewa karena sudah datang sejak pukul 08.00 wib. 

Pelarangan ini pun memicu emosi netize. Mereka bilang itu tidak adil dan melawan semangat transparansi. 

"Katanya transparansi kok pengacara Brigadir J tidak boleh menyaksikan rekonstruksi. Dimana letak keadilannya?, ucap netizen. 

Pihak kepolisian memberikan alasan, karena yang wajib hadir dalam proses rekonstruks ini adalah yang terkait pihak tersangka, bukan pihak korban. 

3. Ferdy Sambo Sombong 

Netizen menunggu munculnya sosok Ferdy Sambo saat rekontsruksi ulang. Sesuai harapan warganet Sambo tampil dengan baju tahana di borgol tali ties. 

Komentar netizen lewat PolriTV ini bermacam-macam. Sampai ada yang mengatakan bahwa Sambo itu sombong. 

"Lakukan rekonstruksi, Sambo gunakan baju tahanan & diborgol. Tapi dengan wajah miring, menegak ke atas. Cerminan sikap sombong." kata netizen. 

Baca juga: Kapolda Sumbar Komitmen Bakal Berantas Jaringan Tambang Liar

4. Proses Eksekusi Dinilai Kejam, Brigadir J Sudah Memohon

Adegan rekonstukri penembakan Brigadir Yoshua bisa dibilang menjadi klimaks. Publik menilai prosesnya itu kejam. 

Jika diperhatikan dengan seksama, rekonstuksi penembakan Brigadir Yoshua dilakukan dua kali. Versi Bharada Elizer tanpa Ferdy Sambo, dan versi Ferdy Sambo dengan Bhara E yang digantikan perannya. 

Sangat disayangkan, dalam rekonstruksi terungkap Brigadir J sempat memohon ampun kepada Bharada E agar tidak ditembak. Pemeran pengganti Brigadir J tampan menunduk hingga berlutut seolah memohon kepada Bharada E. 

Itulah beberapa fakta menarik seputar rekonstruksi ulang penembakan terhadap Brigadir Yoshua Hutabarat yang menjadi tersangka utamanya adalah Ferdty Sambo. 

(***)
 


Informasi Anda Genggam


Loading...