Soal Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Puan Maharani: Kami Mendengar Aspirasi

Amastya
Rabu, 07 September 2022 | 09:37 WIB
Sikap Puan Maharani terkait sindiran buruh dan kenaikan harga BBM /genpi.co R24/tya Sikap Puan Maharani terkait sindiran buruh dan kenaikan harga BBM /genpi.co

RIAU24.COM - Kelompok buruh menyindir sikap Puan Maharani terkait kenaikan harga BBM. Mereka mempertanyakan sikap Ketua DPR RI itu yang dulu pernah menangis ketika pemerintah menaikan harga BBM.

Baca juga: TNI Gelar Simulasi Jika Terjadi Gempa Super Kuat di Lombok Tengah

Namun, saat ini Puan hanya menyatakan mendengar aspirasi masyarakat yang berunjuk rasa terhadap penolakan kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR RI. Anak megawati itu juga mengatakan aspirasi akan menjadi perhatian komisi terkait.

"Tentu saja DPR mendengar aspirasi dari masyarakat yang menyatakan aspirasinya, bahwa kenaikan BBM itu akan menjadi satu hal yang menjadi hal yang akan diperhatikan oleh DPR melalui komisi-komisinya," ujar Puan, di Kompleks Parlemen Senayan DPR, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2022) dikutip sindonews.com.

Puan mengatakan akan menyampaikan aspirasi penolakan kenaikan tarif BBM kepada pemerintah. Ia pun meminta pemerintah untuk mencari cara agar kenaikan BBM itu tak membuat sulit masyarakat.

"Terkait dengan bantalan sosial yang sekarang ini sudah diberikan kepada masyarakat oleh pemerintah, kami berharap bahwa itu akan bisa tepat sasaran kemudian memang akan berguna bagi masyarakat," terangnya.

"Jadi kami meminta kepada kementerian terkait untuk dapat melaksanakan hal-hal tersebut dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan fungsi pengawasannya DPR akan melakukan pengawasan terkait dengan hal itu di lapangan," pungkasnya.

Disisi lain pada waktu yang sama, massa buruh dari berbagai elemen federasi dan serikat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI.

Aksi unjuk rasa tersebut terdapat tiga tuntutan massa aksi kepada pemerintah terkait kenaikan harga BBM.

Baca juga: Kapolda Sumbar Komitmen Bakal Berantas Jaringan Tambang Liar

Pertama, menolak kenaikan harga BBM. Kedua, menolak pembahasan Omnibuslaw UU Cipta Kerja. Ketiga, naikan upah minimum tahun 2023 sebesar 10% hingga 13%.

Selain buruh, terdapat massa aksi dari latar mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang juga menolak kenaikan harga BBM.

(***)

 


Informasi Anda Genggam


Loading...