Gempa 5,1 SR Kembali Mengguncang Mentawai, BMKG: Waspada Untuk Semua Masyarakat! 

Zuratul
Senin, 12 September 2022 | 09:12 WIB
Ilustrasi (detik.com) R24/zura Ilustrasi (detik.com)

RIAU24.COM - Kembali terjadi gempa dengan mgnitudo 5,1 menguncang kepulauan Mentawai hari ini Senin 12 September 2022 dini hari sekitar pukul 01.24 WIB. 

Berdasarkan data awal Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada pada titik 1.22 Lintang Selatan dan 98.50 Bujur Timur, atau 147 kilometer barat laut Mentawai pada kedalaman 13 kilometer. Getaran yang berasal di laut itu tidak berpotensi tsunami, 

Baca juga: Ibu Kandung Dewi Persik Hadir di Polres, Ingin Mengetahui Pelaku Penghina Anaknya

 

Gempa bumi ini dirasakan MMI IV-V di Sagulubeg, yaitu dirasakan oleh banyak orang dirumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela berderik dan dinidng berbunyi. 

Gempa dirasakan ada skala MMI III di Padang, padang panjang yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa gertarak seakan-akan ada truk lewat. 

Plt. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan rentetan gempa kuat yang terjadi beberapa bulan terakhir di Siberut merupakan pesan bahwa kita harus mewaspadai zona gempa Mentawai Siberut ini. 

"Jika masyarakat pesisir Mentawai danpantai barat Sumatera, khususnya Sumatera Barat merasakan guncangan gempa kuat, maka segeralah menjauh dari pantai, ujarnya di media sosial pribadinya, Minggu, 11 September 2022. 

Baca juga: Kopilot Helikopter Polri Yang Jatuh di Perairan Bangka Belitung Akhirnya Ditemukan

Menurut Daryono gempa bumi diwilyayah Siberut, Kepulauan Mentawai ini merupakan gempa tektonik. 

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,18 derajat Litang Selatan dan 98,53 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di daerah wilayah Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 27 kilometer. 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenid gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng di zona Megathrust Mentawai- Siberut," jelasnya mengutip Tempo. 

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik. 

(***)
 


Informasi Anda Genggam


Loading...