Mahfud MD: Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J Tidak Penting, Itu Terserah Polisi Saja

Amastya
Selasa, 13 September 2022 | 10:02 WIB
Mahfud MD sebut motif pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo kepada Brigadir J tidaklah penting, yang penting adalah pengungkapan kebenaran kasus /net R24/tya Mahfud MD sebut motif pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo kepada Brigadir J tidaklah penting, yang penting adalah pengungkapan kebenaran kasus /net

RIAU24.COM Mahfud MD menilai motif Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J Brigadir J adalah suatu hal yang tidak terlalu penting dalam pengungkapan kasus.

Baca juga: TNI Gelar Simulasi Jika Terjadi Gempa Super Kuat di Lombok Tengah

Mahfud mengatakan semuanya itu akan terungkap dalam persidangan. Ia juga menambahkan untuk menyerahkan perihal motif pembunuhan kepada Polri.

"Ini laporan Komnas HAM dan Komnas Perempuan tercantum di dalamnya ini adalah hasil laporan yang tidak pro yustisia, oleh sebab itu, ini kita sampaikan aja biar polisi yang mendalami (motif)," kata Mahfud MD kepada wartawan usai menerima laporan rekomendasi Komnas HAM dan Komnas Perempuan di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022) dikutip sindonews.com.

"Kita serahkan ke polisi yang mengolah itu, dan polisi kan tau yang mana yang harus didalami, mana yang tidak," tambahnya.

Kemudian, Mahfud mengatakan berdasarkan laporan bahwa sudah jelas Ferdy Sambo melakukan perencanaan pembunuhan Pasal 340 dan Pasal 338 dan mantan Kadiv Propam itu tidak dapat mengelak dari tuduhan tersebut.

"Kalau dari laporan ini juga sudah jelas perencanaan pembunuhan Pasal 340 dan Pasal 338 sehingga Sambo tidak bisa mengelak," ucapnya.

Baca juga: Kapolda Sumbar Komitmen Bakal Berantas Jaringan Tambang Liar

Selanjutnya, Mahfud menuturkan bahwa pengungkapan motif pembunuhan tidak harus ada. Yang penting adalah benar atau tidaknya ada pembunuhan terhadap Brigadir J.

"Nah soal motif itu tidak harus ada, tapi boleh ada juga. Kadang kala kan hakim ingin tahu juga karena motif itu (menunjukkan) apakah pelakunya orang sehat atau orang gila, kan gitu. Sehingga dicari motifnya. Kalau sudah tidak gila sebenarnya cukup, tapi mungkin apakah emosional, atau terencana, dan seterusnya, itu terserah polisi saja," pungkasnya.

(***)

 


Informasi Anda Genggam


Loading...