Menu

Masa Jabatan Hampir Habis, Ini Strategi yang Harus Dilakukan Anies Baswedan Agar Tetap Eksis di Pilpres 2024

Amastya 14 Sep 2022, 08:47
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta saat ini hampir habis masa jabatan /net
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta saat ini hampir habis masa jabatan /net

RIAU24.COM - Anies Rasyid Baswedan yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta akan segera menyelesaikan masa jabatannya pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Walaupun namanya santer menjadi top 3 diberbagai survei kandidat calon presiden (capres), Anies harus memiliki strategi agar namanya tidak redup pada Pilpres 2024 mendatang.

Afdal Makkuraga Putra selaku Pakar Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana (UMB) menilai, Anies harus tetap aktif melakukan kegiatan-kegiatan dan juga melalukan personal brandingnya, termasuk melalui media sosial (medsos) agar tetap eksis di Pilpres 2024.

Afdal juga menambahkan Anies harus memperluas kegiatan tersebut hingga di berbagai daerah.

"Di samping juga Anies harus melakukan political branding secara individual, baik itu melalui aksi-aksi nyata maupun serangan udara atau medsos. Harus lebih diperkuat lagi kegiatan-kegiatan itu, agar ingatan publik itu tidak hilang," kata Afdal pada Rabu (14/9/2022) dikutip MNC Portal.

Selanjutnya Afdal mengatakan, Anies juga perlu membuat komunitas-komunitas pendukungnya di berbagai daerah.

Perlunya komunitas bertujuan agar nama Anies tidak redup dan masih tetap eksis. Karena komunitas yang melakukan berbagai kegiatan tersebut menggunakan nama Anies, sehingga sosoknya akan masih tetap diingat oleh masyarakat.

Namun, Afdal memberikan saran bahwa itu semua tidak bisa dilakukan Anies sendirian. Anies harus mendapatkan dukungan dan bantuan dari partai politik.

Sebelumnya, Nasdem juga telah merekomendasikan nama Anies sebagai kandidat capres yang paling banyak direkomendasikan oleh pengurus Nasdem di daerah.

Sebagai partai yang mendukung Anies sebagai Capres 2024, Nasden juga harus ikut bertanggung jawab membuatkan kegiatan-kegiatan untuk Anies di berbagai daerah.

"Nah menurut saya, Anies tidak bisa bekerja sendiri. Inilah yang saya maksud bahwa Nasdem juga harus menggalang kekuatan itu untuk membuat komunitas-komunitas pendukung Anies," sarannya.

Menurut Afdal, kurang dari dua tahun jelang Pilpres 2024 itu bukanlah waktu yang sebentar. Dan akan menjadi proses yang sulit bagi Anies jika tidak melakukan langkah-langkah taktis.

Afdel juga menambahkan, Anies juga bukan pemilik ataupun elite partai, belum jelas juga Anies akan mendapatkan kendaraan dari parpol mana.

Lebih lanjut Afdal menuturkan secara matematis, ada tiga kandidat yang memiliki tiket untuk maju di Pilpres 2024.

Mereka yakni, Puan Maharani dari PDIP, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama PAN dan PPP di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan PKB.

Hanya tersisa Nasdem, Partai Demokrat dan PKS, serta koalisi parpol nonparlemen yang bisa menjadi kendaraan parpol untuk Anies.

Oleh karena itu, Afdal menyarankan agar Anies proaktif bergerak membentuk koalisi untuk kendaraannya, juga membentuk komunitas-komunitas pendukung di daerah hingga ke tingkat desa.

Bagaimanapun, Anies memiliki modal sosial dari pendukungnya yang berasal dari basis massa Islam, meskipun tidak semuanya.

"Karena mereka ini punya modal sosial yang kuat, terutama kelompok-kelompok Islam, meskipun tidak utuh mendukung Anies. Tapi dari sekian ratus juta orang umat Islam itu, ada pendukung Anies," pungkasnya.

(***)