Mengapa Banyak Generasi Muda Memilih Memeluk Agama Islam? 

Zuratul
Jumat, 16 September 2022 | 08:34 WIB
Ilustrasi (PikiranRakyat) R24/zura Ilustrasi (PikiranRakyat)

RIAU24.COM - Perkembangan pemeluk agama Islam di negara-negara Barat telah meningkat cukup signifikan. Banyak yang ingin mengenal agama ini meskipun banyak stigma buruk yang dibuat oleh segelintir orang atau oknum yang tidak menyukai Islam. 

Ketertarikan ini tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, tapi juga dari generasi muda. 

Baca juga: 3 Zodiak Ini Punya Kesabaran Tiada Batas, Pribadinya Juga Tegar

Seorang penulis lulusan Universitas Waynesburg, Sumayyah Meehan menjelaskan beberapa alasan banyak generasi muda turut tertarik pada agama Islam. 

Dia yang memutuskan menjadi mualaf pada 23 tahun silam, ia menyebut beberapa faktor yang membuat ketertarikan generasi muda. Alasan-alasan itu meliputi:

Fitrah mencari kebenaran

Dilansir dari About Islam, Rabu (7/9/2022), ketertarikan kepada Islam adalah fitrah karena manusia menginginkan kebenaran. Fitrah manusialah yang menariknya kembali kepada Tuhannya.

Ini bagaikan sebuah kompas batin, panggilan lembut yang menyebabkan seseorang tidak hanya menyadari mereka telah jatuh ke dalam ketidakpercayaan, tetapi juga secara aktif mencari jalan keluar darinya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Alquran:

إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Artinya: "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al Qasash: 56).

Menurutnya, tidak akan ada yang berpikir bahwa seorang anak, pada usia 8 tahun, akan selaras dengan fitrahnya. Sebagian besar anak-anak di usia ini sibuk dengan teman-teman mereka atau menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain video gim.

Tapi bagi Suster Jennie Fenn dari Inggris, putranya yang masih kecillah yang membawa agama Islam ke dalam rumah dan hatinya.

“Dia datang kepada saya dengan pertanyaan tentang Islam setelah membuat pernyataan memalukan di sekolah bahwa Yesus tidak bisa menjadi anak Tuhan. Kemudian suatu hari dia pulang dan mengatakan kepada saya bahwa dia adalah Muslim. Dia telah mendengar adzan (panggilan untuk sholat) dan itu sudah cukup baginya," katanya.

Kebenaran, disebut Meehan, akan selalu menjadi kekuatan tak tertahankan yang membimbing umat manusia kembali kepada Pencipta kita, seperti semburan sinar matahari setelah hari-hari langit kelabu dan suram.

(***)


Informasi Anda Genggam


Loading...